BATAM (gokepri) – DPRD Batam menyoroti mahalnya harga tiket pesawat yang memberatkan masyarakat, terutama menjelang Idul Fitri. Mereka mendesak maskapai dan pemerintah untuk menyesuaikan harga dengan daya beli masyarakat.
Anggota DPRD Batam, M Putra Pratama, mengungkapkan mahalnya harga tiket pesawat telah menjadi keluhan utama, baik dari masyarakat maupun pelaku usaha di Batam. “Seharusnya pihak maskapai memberikan diskon atau subsidi. Karena ini musim Lebaran. Perusahaan juga jangan lambat memberikan THR agar masyarakat bisa memesan tiket jauh-jauh hari,” kata Putra, Senin, 24 Maret 2025.
Menurut Putra, tingginya tarif tiket pesawat mengurangi daya tarik masyarakat dalam bepergian. Hal ini memperburuk perekonomian daerah yang sangat bergantung pada sektor pariwisata dan kunjungan bisnis. “Perlu adanya subsidi lagi. Karena ini sudah memberatkan masyarakat,” kata Putra.

Putra juga mengingatkan pemerintah untuk berkoordinasi dengan maskapai penerbangan agar harga tiket dapat disesuaikan dengan kemampuan ekonomi masyarakat Batam. Ia berharap kebijakan yang lebih berpihak pada masyarakat segera diterapkan untuk menstabilkan harga tiket pesawat.
Sementara itu, Anggota DPRD Batam dari Fraksi Nasdem, Arlon Veristo, mengkritik lonjakan harga tiket pesawat rute Batam-Padang dan Batam-Jakarta menjelang Idul Fitri 1446 H. Ia menilai kenaikan harga yang mencapai Rp3 juta per penerbangan membebani masyarakat, terutama yang hendak mudik. “Ini tidak wajar dan memberatkan,” tegas Arlon.
Ia juga menyoroti ketidaksesuaian antara kebijakan diskon tiket pesawat yang diumumkan pemerintah dengan kenyataan harga yang justru melonjak. Politikus Nasdem itu mendesak pemerintah untuk mengevaluasi kebijakan ini dan memastikan adanya dialog antara maskapai dan masyarakat untuk menurunkan harga tiket. Ia juga meminta pengawasan ketat agar tidak ada praktik yang merugikan konsumen.
“Prinsipnya, maskapai harus mempertimbangkan daya beli masyarakat, terutama saat liburan,” ujar Arlon. Arlon berharap maskapai penerbangan dapat menyesuaikan harga tiket dengan kondisi ekonomi masyarakat, khususnya saat liburan Lebaran Idul Fitri 1446 H.
Direktur Utama Bandara Internasional Batam (BIB), Pikri Ilham Kurniansyah, mengatakan meskipun sudah ada diskon tiket dari pemerintah hingga 14 persen, belum ada dampak signifikan terhadap jumlah kunjungan penumpang. Pikri mengatakan arus penumpang masih landai dan normal, belum ada peningkatan. “Biasanya akan terlihat dua minggu sebelum Lebaran. Baru muncul extra flight ataupun charter dan bigger aircraft,” ujar Pikri.
Selain insentif dari pemerintah, BIB juga memberikan insentif potongan 50 persen Passenger Service Charge (PSC/Airport Tax). Diharapkan dengan insentif ini, penumpang di Bandara Hang Nadim Batam meningkat. “Ini guna memberikan kelonggaran dan kemudahan bagi para pemudik,” ucap Pikri.
Sebelumnya, pemerintah menerbitkan kebijakan insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) ditanggung pemerintah (DTP) sebesar 6 persen. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Perumahan Rakyat (Menko IPR), Agus Harimurti Yudhoyono, mengatakan bahwa kebijakan itu berlaku selama periode perjalanan 24 Maret hingga 7 April 2025. Ia berharap kebijakan PPN DTP dapat menurunkan tarif tiket ekonomi penerbangan domestik hingga 14 persen.
Baca Juga: Bandara Hang Nadim Batam Tambah Rute Internasional ke Penang dan Vietnam
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








