Mayapada Bangun Rumah Sakit Internasional Rp2 Triliun di Batam

Mayapada Apollo Batam hospital
Penandatanganan kesepakatan bersama antara Mayapada Healthcare dengan RS Apollo India disaksikan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (tiga dari kiri) di New Delhi, India, pada Sabtu (25/1/2025). Foto: Mayapada Healthcare

JAKARTA (gokepri) – PT Sejahteraraya Anugerahjaya Tbk. (SRAJ) atau Mayapada Healthcare akan membangun rumah sakit internasional senilai Rp1,5 triliun hingga Rp2 triliun di Batam. Rumah sakit ini akan diberi nama Mayapada Apollo Batam International Hospital (MABIH).

Dalam pembangunannya, Mayapada Healthcare menggandeng Apollo Hospitals India. Kerja sama ini mencakup pembangunan gedung, penyediaan tenaga ahli medis, hingga teknologi kesehatan.

“Kami akan bujetkan sekitar Rp1,5-2 triliun buat pembangunan, karena ini memang agak besar jumlahnya. Tapi karena kita harus mau bersaing dengan luar negeri kita memang harus bangun rumah sakit yang besar dan juga berskala internasional,” kata Chairman & Group CEO Mayapada Healthcare, Jonathan Tahir, Kamis (5/2/2025).

HBRL

Pembangunan MABIH akan dimulai dalam tiga bulan ke depan dan ditargetkan selesai pada akhir 2026. Jonathan menjelaskan, rumah sakit internasional ini dibangun sebagai alternatif bagi masyarakat Indonesia yang selama ini lebih memilih berobat ke luar negeri, seperti Singapura dan Malaysia.

MABIH dibangun sebagai solusi untuk menekan angka devisa yang hilang akibat masyarakat yang berobat ke luar negeri. “Kami melihat bahwa kepercayaan terhadap layanan kesehatan Indonesia semakin meningkat. Dengan kehadiran MABIH, kami yakin angka pasien yang berobat ke luar negeri akan menurun, sehingga devisa tetap di dalam negeri,” ungkapnya.

Dengan lokasi yang strategis di Batam, akses bagi dokter dan tenaga medis juga lebih mudah, termasuk melalui jalur Singapura. Hal ini diharapkan dapat menarik lebih banyak tenaga profesional medis untuk bergabung di MABIH.

Dalam operasionalnya nanti, MABIH juga akan menyediakan berbagai layanan spesialisasi yang selama ini menjadi daya tarik pasien Indonesia ke luar negeri. Dengan demikian, pasien dapat memperoleh perawatan medis berkualitas tinggi tanpa harus keluar dari Indonesia.

Salah satu keunggulan MABIH adalah statusnya dalam KEK Pariwisata Kesehatan yang memungkinkan berbagai insentif bagi industri kesehatan. Dengan KEK, biaya pembangunan sekaligus pengobatan dapat ditekan sehingga lebih kompetitif dibandingkan dengan Singapura dan Malaysia.

“KEK itu ada begitu banyak benefitnya di mana kami bisa merasa bahwa kami bisa menekan biaya kesehatan. MABIH itu akan lebih murah dari Jakarta, sudah pasti lebih murah dari Singapura dan kami harap juga bisa bersaing dengan biaya pengobatan di Malaysia,” ujar Jonathan.

Jonathan juga menyoroti kenyamanan sebagai faktor utama bagi pasien Indonesia. Berobat di Batam dianggap lebih praktis dan familiar dibandingkan harus menjalani perawatan di negara asing selama berminggu-minggu.

Tak hanya menargetkan pasien domestik, Mayapada Healthcare juga berharap dapat menarik pasien dari luar negeri, khususnya Singapura dan Malaysia yang mencari layanan kesehatan dengan biaya lebih terjangkau.

Untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi layanan, Mayapada Healthcare akan menerapkan beberapa inovasi teknologi pengobatan seperti tele-radiologi dan tele-ICU. Dengan tele-radiologi, hasil pemindaian seperti X-ray, MRI, dan CT-scan akan dikirim ke Apollo Hospitals di India untuk ditinjau oleh spesialis radiologi.

Proses ini hanya memakan waktu sekitar 4 jam, sehingga pasien dapat memperoleh diagnosis lebih cepat dan akurat. Sementara itu, tele-ICU akan memungkinkan pemantauan pasien kritis secara real-time oleh tim medis Apollo Hospitals.

Melalui sistem ini, dokter di pusat kendali Apollo dapat memberikan instruksi kepada tenaga medis di MABIH, meningkatkan efektivitas perawatan intensif.

“Kami percaya bahwa satu adalah hasil akan lebih akurat daripada pasien dan kedua juga lebih cepat karena otomatis radiologi kita lebih ada waktu luang untuk bisa melakukan lebih banyak scanning-nya. Jadi satu adalah akurasi dan juga kecepatan. Ini akan bagus buat para pasien,” ucapnya.

Dengan kombinasi tenaga medis internasional, fasilitas berstandar global, inovasi teknologi, serta insentif dari KEK, MABIH diharapkan menjadi pusat medis unggulan yang mampu menahan aliran devisa keluar dan menarik pasien dari dalam maupun luar negeri.

Mayapada Healthcare telah menandatangani kerja sama klinis bersama Apollo Hospitals India pada hari Sabtu, 25 Januari 2025 di New Delhi India lalu.

Melanjutkan kerja sama yang telah terjalin sejak 2023, fokus kerja sama antara Mayapada Healthcare dan Apollo Hospitals mencakup penerapan inovasi teknologi di rumah sakit MABIH yang akan segera dibangun di Batam, Tele-Radiologi, E-ICU, dan Artificial Intelligence, pertukaran pengetahuan dan keahlian medis untuk memberikan wawasan global dan mendukung pengembangan profesional. ANTARA

Baca Juga: Mayapada Apollo Batam International Hospital Segera Dibangun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait