BATAM (gokepri.com) – Suasana hati seseorang kerap dipengaruhi berbagai faktor, termasuk cuaca. Dalam kondisi ekstrem, perubahan cuaca atau musim dapat memicu gangguan mental yang dikenal sebagai depresi musiman atau seasonal affective disorder (SAD).
Dilansir laman Hellosehat, Depresi musiman adalah jenis depresi ringan yang terjadi secara berkala, terkait dengan pergantian musim. Gangguan ini umum di negara empat musim, seperti saat memasuki musim gugur hingga musim dingin. Namun, kondisi ini juga dapat dialami oleh individu di negara tropis seperti Indonesia.
Menurut Mayo Clinic, gejala depresi musiman biasanya muncul dan hilang di waktu yang sama setiap tahunnya. Saat musim dingin atau gugur, penderita SAD lebih sering merasa lelah, kehilangan energi, dan cenderung makan berlebihan. Sebaliknya, pada musim semi dan panas, insomnia dan kecemasan menjadi gejala yang mendominasi.
Baca Juga: Jangan Sepelekan, Kurang Tidur Bisa Bikin Depresi dan Rusak Otak
Gejala umum depresi musiman meliput perasaan sedih dan cemas berlebih, kehilangan minat pada aktivitas yang biasa disukai, energi rendah, merasa lelah terus-menerus, kesulitan tidur atau terlalu banyak tidur, nafsu makan berubah, sering menginginkan karbohidrat, dan untuk kasus berat ada pikiran untuk melakukan bunuh diri.
Menurut laman Cleveland Clinic, penyebab pasti depresi musiman belum diketahui secara jelas tetapi beberapa faktor diyakini berkontribusi di antaranya kurangnya paparan sinar matahari. Minimnya sinar matahari mengganggu jam biologis tubuh, memengaruhi suasana hati, pola tidur, dan produksi hormon.
Kemudian penurunan serotonin, sinar matahari membantu meningkatkan serotonin, hormon yang mengatur perasaan bahagia.
Kekurangan Vitamin D juga bisa menjadi salah satu faktor, produksi vitamin D yang menurun akibat kurangnya sinar matahari dapat memperburuk suasana hati. Serta lonjakan melatonin. Kurangnya cahaya merangsang produksi melatonin berlebih, sehingga menyebabkan rasa kantuk berlebihan.
Depresi musiman dapat dialami siapa saja, tetapi risikonya lebih tinggi pada orang yang memiliki riwayat gangguan mental seperti depresi atau bipolar dan memiliki anggota keluarga dengan masalah kesehatan mental.
Jika Anda mengalami gejala SAD, penting untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater. Diagnosis biasanya dilakukan jika gejala depresi berlangsung selama dua musim berturut-turut, lebih sering terjadi pada musim tertentu, dan memenuhi kriteria depresi mayor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









