BATAM (gokepri) — Tergiur gaji puluhan juta, warga Tanjungpinang justru terjerat sindikat perdagangan manusia di Kamboja. Upaya pemulangan tengah diusahakan.
Balai Pelayanan dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kepulauan Riau memastikan keberadaan Agus Haryadi, pekerja migran Indonesia (PMI) asal Tanjungpinang yang diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Kamboja, telah terpantau pemerintah.
“Keberadaan Agus sudah terpantau pemerintah pusat,” kata Kepala BP3MI Kepri, Imam Riyadi, di Batam, Minggu 30 Desember 2024. Pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mengetahui kondisi Agus.
“Kami masih menunggu informasi dari Kementerian Luar Negeri,” ujarnya. Sejak menerima informasi tentang Agus, BP3MI Kepri telah menindaklanjutinya ke BP3MI Pusat. Saat ini, BP3MI Pusat dan Kementerian Luar Negeri sedang memproses pemulangan korban TPPO lainnya.
Baca Juga:
Oknum Polisi dan Istri Jadi Tersangka Perdagangan Orang
Sebelumnya, Agung Haryadi, pria 25 tahun asal Kelurahan Senggarang, Tanjungpinang, dikabarkan menjadi korban TPPO. Dalam video yang beredar di media sosial, Agus mengaku ditipu, dijual, dan dipaksa bekerja sebagai admin judi online di Kamboja.
Agus meninggalkan rumah pada 9 Desember 2024. Kepada ibunya, Dessi, ia pamit bekerja di Jakarta melalui Batam. Di Batam, Agus ditawari bekerja di perkebunan sawit di Malaysia oleh seseorang yang dikenal melalui media sosial, dengan iming-iming gaji puluhan juta rupiah per bulan. “Anak saya dijanjikan bekerja di perkebunan sawit di Malaysia,” kata Dessi di rumahnya, Jumat, 27 Desember.
Agus tergiur tawaran itu. Segala dokumen keberangkatan, termasuk paspor, diurus di Batam oleh agensi tersebut. Namun, setibanya di Malaysia, Agus justru diminta berangkat ke Kamboja dengan pesawat. “Dia (Agus) memberi kabar melalui WhatsApp, katanya ditipu,” ucap Dessi.
Di Kamboja, Agus mengaku dijual dan sempat disekap di sebuah rumah di Kota Poypet. Di sana, ia hanya diberi sebotol air mineral tanpa makanan. Ponselnya pun sempat ditahan. “Beruntung, anak saya berhasil kabur saat mobil yang membawanya kecelakaan, lalu diselamatkan warga Kamboja,” kata Dessi. Dessi kemudian melaporkan kejadian ini ke polisi, BP3MI Kepri, dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kamboja secara online. ANTARA
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








