Gokepri – Pandemi virus corona telah menginfeksi lebih dari 20.786.900 orang di dunia. Hingga Kamis 13 Agustus 2020 sedikitnya 753.000 orang meninggal. Virus nyaris terdeteksi di setiap negara.
Data itu dihimpun New York Times dari data pemerintahan lokal, Universitas Johns Hopkins, otoritas kesehatan pemerintah China dan WHO.
Kasus baru disebut meningkat dengan cepat di seluruh dunia dengan rata-rata 200.000 kasus ditemukan setiap hari.
Lihat Juga: 24 Pasien Covid-19 Batam Sembuh, 7 di Antaranya Polisi
Penularan virus terus belanjut di setiap negara, sebagian negara mengalami penularan infeksi dengan tingkat yang tinggi sementara beberapa negara mampu mengendalikan virus.
India mencatatkan kasus baru terbanyak dalam sepekan terakhir dengan 432.712 orang terinfeksi corona. Amerika Serikat berada di peringkat kedua dengan 376.676 orang terinfeksi dalam sepekan terakhir dan Brazil peringkat ketiga dengan 305.712 orang.

Sedangkan Indonesia mencatatkan 13.847 kasus baru dalam sepekan terakhir berdasarkan data New York Times. Total kasus di Indonesia sebanyak 132.816 orang hingga 13 Agustus 2020. Jumlah kematian akibat virus corona di Indonesia mencapai 5.986 orang. Sebanyak 451 orang meninggal dalam sepekan terakhir.

Sementara kasus kematian terbanyak dalam sepekan terakhir ada di Amerika Serikat sebanyak 7.398 orang. Brazil 6.945 orang dan India 6.334 orang.

Jumlah kematian paling sedikit di dunia ada delapan negara yang mencatatkan penularan corona dengan masing-masing satu kematian. Negara itu yakni British Virgin Islands, Burundi, Cayman Islands, Curacao, Fiji, Liechtenstein, Montserrat dan Western Sahara.
Sedangkan jumlah kasus virus corona terbanyak tercatat ada di Amerika Serikat dengan 5.260.986, Brazil 3.224.876 dan India 2.396.637 kasus. Data dihimpun hingga 13 Agustus 2020.
Lihat Juga: Ini Kegiatan Pertama Gubernur Kepri Setelah Sembuh dari Corona
Menurut New York Times dari data itu, penularan di dunia mulai berkurang sejak April setelah kampanye jaga jarak atau social distancing di banyak negara.
Namun kemudian penularan virus kembali tak terkendali sejak sejumlah negara membuka aktivitasnya lagi sejak Mei dan Juni. Seperti Amerika Serikat yang kemudian tak mampu mengendalikan penularan, yang membuat negaranya menjadi salah satu negara dengan peningkatan kasus tertinggi di dunia. Secara rata-rata, Amerika Serikat menyumbang sekitar 20 persen kasus baru yang ditemukan di seluruh dunia. (Cg)
Editor: Candra
Sumber: The New York Times








