NATUNA (gokepri) – Pemerintah Kabupaten Natuna memastikan akan menerima tambahan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pembangunan jalan sebesar Rp20 miliar pada 2025.
Kepastian ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Natuna, Agus Supardi di kantornya, Selasa (15/10/2024).
Agus menjelaskan, tahun ini Natuna mendapat DAK untuk Pembangunan Jalan dan Jembatan sebesar Rp30 miliar. Sedangkan pada tahun depan, komitmen yang sudah disepakati menjamin Kabupaten Natuna menerima DAK sebesar Rp50 miliar untuk sektor pembangunan jalan.
“Jumlah Rp50 miliar ini sudah pasti, karena komitmennya telah disepakati. Artinya, ada kenaikan DAK sebesar Rp20 miliar pada tahun depan,” tegas Agus.
Namun, Agus belum bisa memastikan jumlah titik jalan atau panjang jalan yang akan dikerjakan dengan anggaran DAK tersebut.
“Teknisnya masih dalam pembahasan. Kami sedang mengadakan rapat melalui zoom meeting dengan kementerian. Belum ada kesepakatan mengenai teknis pelaksanaannya,” tambah Agus.

Sambil menunggu kesepakatan teknis, Agus mengatakan pihaknya sedang menyusun Dokumen Enimasi Desain (DED) untuk pembangunan jalan yang direncanakan tahun depan.
“DED ini akan segera dievaluasi oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Kepri. Semoga prosesnya berjalan lancar,” harapnya.
Selain mengungkapkan penambahan DAK, Agus juga menyampaikan perubahan arah pembangunan di bidang Pekerjaan Umum. Ia memprediksi bahwa orientasi pembangunan, khususnya untuk jalan dan jembatan, akan berbeda dari sebelumnya.
“Sepertinya arah pembangunan kita akan berubah,” kata Agus.
Perubahan ini, menurut Agus, dipengaruhi oleh program utama pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, yang berfokus pada sektor pangan.
Hal ini juga akan berdampak pada pembangunan di daerah, termasuk di Natuna, yang harus sejalan dengan kebijakan nasional.
“Pak Prabowo tegas dan fokus pada penguatan sektor pangan. Kami harus mendukung kebijakan tersebut,” tegas Agus.

Sebelumnya, orientasi pembangunan lebih banyak mengarah pada sektor pariwisata, industri, dan sektor lainnya. Namun kini, fokus pembangunan lebih diarahkan untuk mendukung kemajuan sektor pangan dan ketahanan pangan.
“Misalnya, jika kami membangun jembatan dan jalan, prioritasnya adalah akses menuju daerah-daerah yang berkaitan dengan sumber pangan, seperti perkebunan, peternakan, pertanian, dan perikanan,” jelas Agus.
Meski demikian, Agus menegaskan Pemkab Natuna siap melaksanakan segala kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintahan nasional, apapun orientasi pembangunan yang diutamakan.
“Ini adalah langkah yang sangat baik, dan saya rasa ini juga yang diharapkan banyak orang di Natuna. Kami siap untuk melaksanakannya,” tutup Agus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Baca: KPU Natuna Edukasi Mahasiswa Soal Hak Pilih Lewat Film









