BATAM (gokepri) – Mesin dan peralatan listrik menjadi komoditas ekspor nonmigas terbesar Kota Batam sepanjang tiga bulan pertama 2023. Komoditas ini menyumbang 58,23 persen dari total ekspor kota perdagangan bebas tersebut.
Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Batam, nilai ekspor mesin/peralatan listrik mencapai USD2,19 miliar atau setara Rp32,5 triliun sepanjang Januari-Maret 2023. Ekspor komoditas ini meningkat 52,68 persen jika dibandingkan periode Januari-Maret 2022 yang mencatatkan nilai ekspor USD1,4 miliar.
Adapun sembilan komoditas terbesar berikutnya yakni bahan bakar mineral (USD381 juta), mesin-mesin/pesawat mekanik (USD 383 juta), minyak dan lemak hewan/nabati (USD170 juta).
Baca Juga: Manufaktur Topang Ekspor Batam, Migas Anjlok 47 Persen
Kemudian benda-benda dari besi dan baja (USD222 juta), berbagai produk kimia (USD182,8 juta), kapal laut (USD62,98 juta), perangkat optik (USD81 juta), plastik dan barang dari plastik (USD78 juta) dan kokoa/coklat (USD66,68 juta).
Pada periode Januari-Maret 2023,
Singapura merupakan negara tujuan ekspor Kota Batam dengan peranan terbesar yaitu 36,13 persen dari kumulatif ekspor Kota Batam 2023 dengan nilai USD1,44 miliar. Hal tersebut mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan periode sebelumnya sebesar 2,95 persen.
Negara-negara tujuan ekspor terbesar Kota Batam selanjutnya selama Januari-Maret 2023 adalah Amerika Serikat dengan nilai ekspor USD1,02 miliar (25,77 persen), Tiongkok sebesar USD286,08 juta (7,16 persen); Jepang sebesar USD113,37 juta (2,84 persen); serta India sebesar USD 95,41 juta (2,39 persen).
Adapun total nilai ekspor Batam sepanjang Januari hingga Maret 2023 mencapai USD3,9 miliar atau setara Rp59,1 triliun. Nilai ekspor ini terdiri dari ekspor nonmigas senilai USD3,7 miliar dan ekspor migas USD217,9 juta.
Ekspor migas tercatat turun sebesar 27,74 persen dibanding Januari-Maret 2022. Sedangkan ekspor nonmigas tumbuh signifikan 23,3 persen.
Kepala Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) Muhammad Rudi menargetkan ekonomi Batam terus tumbuh pasca dihantam pandemi Covid-19. Salah satunya yaitu melalui kontribusi ekspor Batam terhadap Kepri.
Besarnya peran Batam dalam ekspor Kepri tidak luput dari peran BP Batam dibawah kepemimpinan Muhammad Rudi, dalam menggencarkan promosi serta kerja sama internasional. Melalui BP Batam, program tersebut dilakukan untuk mendorong ekspor Kota Batam.
“Hari ini, semua infrastruktur sedang kita bangun untuk memberikan kenyamanan bagi investor. Jika Kota Batam maju, maka daya beli masyarakat pun meningkat dan pertumbuhan ekonomi pun terus naik,” ujarnya.
Ia mengimbau agar seluruh masyarakat dapat berkomitmen untuk mendukung pembangunan yang sedang berjalan.
Pasalnya, kata Rudi, dukungan tersebut menjadi modal awal pemerintah untuk mewujudkan Batam sebagai kota baru, madani, dan modern. “Semua sepakat, Batam harus menjadi satu kota modern. Mudah-mudahan seluruh pembangunan bisa terselesaikan,” pungkasnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis: Candra Gunawan








