BATAM (GoKepri.com) – Sektor nonmigas menopang performa ekspor Kota Batam sepanjang November 2022. Kinerja ekspor migas merosot hingga 47 persen.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam yang dirilis 4 Januari 2023, nilai ekspor Batam mencapai USD1,3 miliar pada November 2022 atau hanya naik 0,21 persen dibanding Oktober 2022.
Ekspor nonmigas yang naik 18,64 persen dibanding bulan lalu, jauh lebih dominan ketimbang ekspor migas. Nilai ekspor nonmigas mencapai USD1,23 miliar sedangkan ekspor migas hanya USD83,44 juta. “Ekspor migas November 2022 turun 47,02 persen dibanding bulan sebelumnya,” ungkap Kepala BPS Batam Rahmad Iswanto.
Ekspor barang mesin atau peralatan listrik yang masuk dalam golongan HS 2 digit adalah penyumbang terbesar ekspor Batam. Nilainya mencapai USD604,05 juta atau separuh dari total ekspor Batam pada November 2022.
Ekspor ke Singapura pada November 2022 mencapai nilai terbesar yakni USD412,78 juta dengan kontribusi 41,04 persen.
Mengacu data BPS, Batam adalah penyumbang terbesar ekspor dari Kepri. “Nilai ekspor Kota Batam menyumbang 86,27 persen dari total ekspor se-Kepri sebesar USD1,53 miliar pada November 2022,” ungkap Rahmad.
Dibandingkan November 2021, ekspor Batam meningkat 10,03 persen yang juga didorong peningkatan ekspor sektor nonmigas.
Adapun sepanjang Januari-November 2022, total nilai ekspor Batam menyentuh USD14,2 miliar. Performa ini mengalami kenaikan 33,10 persen dibanding Januari-November 2021 yang nilai ekspornya mencapai USD10,72 miliar.
Selama bulan Januari-November 2022 komoditas ekspor nonmigas Kota Batam terbesar nilai ekspornya adalah golongan barang mesin/peralatan listrik yaitu senilai USD6,52 miliar, dengan perannya 50,11 persen. Ekspor kumulatif nonmigas Kota Batam menyumbang 92,20 persen dari ekspor kumulatif (Januari-November 2022) Kepulauan Riau senilai USD14,12 miliar.
Komoditas berikutnya yang mempunyai peran cukup besar terhadap ekspor nonmigas Kota Batam adalah mesin-mesin/pesawat mekanik senilai USD1,4 miliar (10,76 persen); Minyak dan lemak hewan/nabati senilai USD1,01 miliar (7,77 persen); Benda-benda dari Besi dan Baja senilai USD770,11 juta (5,91 persen).
Kemudian Kapal Laut senilai USD604,75 juta (4,64 persen); Berbagai produk kimia senilai USD604,12 juta (4,64 persen); Plastik dan barang dari plastik senilai USD300,81 juta (2,31 persen); Kokoa/coklat senilai UD278,25 juta (2,14 persen); Bahan kimia organik senilai USD271,57 juta (2,09 persen); dan Perangkat optik senilai USD255,55 juta (1,96 persen).
Komoditas ekspor ikan dan udang secara kumulatif mengalami kenaikan sebesar 11,25 persen bila dibandingkan Januari-November 2021, dengan sumbangan 0,16 persen terhadap total ekspor nonmigas Kota Batam Januari-November 2022.
Sementara itu, nilai impor Kota Batam November 2022 mencapai USD1,08 miliar atau turun sebesar 7,07 persen. Hal ini disebabkan penurunan impor nonmigas sebesar 7,50 persen. Penurunan impor nonmigas disebabkan oleh komoditi impor terbesar yaitu hasil industri manufaktur dengan nilai impor sebesar USD1,05 miliar dengan peranan 97,52 persen.
Baca Juga: Indonesia Surplus Produksi Telur dan Ayam, Ancang-Ancang Ekspor ke Singapura
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis: Engesti









