“Wednesday in English”, Program Polda Kepri Tingkatkan Kemampuan Bahasa Inggris Personel Polantas

polda kepri berbagi takjil
Ditlantas Polda Kepri berbagi takjil kepada pengguna jalan. Foto: Humas Polda Kepri

BATAM (gokepri) – Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Kepulauan Riau meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris personelnya guna memudahkan pelayanan serta penegakan hukum bagi warga negara asing yang berwisata di wilayah tersebut.

Menurut Direktur Lalu Lintas Polda Kepri Kombes Pol. Tri Yulianto, jajarannya membuat program “Wednesday in English” untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris jajarannya.

Baca: Kapolda Kepri Dianugerahi Gelar Adat Dato Perdana Satya Buana

HBRL

“Kami buat program, salah satunya Wednesday in English. Jadi kami melakukan transfer ilmu saja, dari petugas ke petugas,” katanya di Batam, Rabu 17 Juli.

Program Wednesday in English ini berupa pelatihan berbahasa Inggris untuk anggota Ditlantas, dengan pengajar yang merupakan personel Ditlantas Polda Kepri yang pernah mengikuti tugas perdamaian PBB di Afrika Tengah.

“Kebetulan kami ada personel yang mantan penugasan di PBB, itu kami jadikan pengajar untuk anggota-anggota yang belum fasih berbahasa Inggris,” katanya.

“Kami mau mengajak supaya rutin dilaksanakan. Dengan demikian skill berbahasa Inggrisnya semakin fasih. Karena Bahasa Inggris itu harus dilatih, kadang ada yg awalnya fasih, lalu tidak dilatih, akan lupa lagi,” katanya menambahkan.

Alasan peningkatan kemampuan Bahasa Inggris personel Ditlantas Polda Kepri, menurut dia, karena melihat kondisi di lapangan.

“Prediksi kami di Kepri khususnya di Batam, 10 tahun, 15 tahun ke depan akan pesat perkembangannya. Termasuk investor-investor, wisatawan-wisatawan yang datang ke sini,” katanya.

Selain itu, kata dia, jumlah kawasan industri yang bertambah di Batam tidak menutup kemungkinan pekerjanya dari warga negara asing.

“Ini yang kita coba siapkan, teman-teman kita. Ketika harapannya minimal Batam itu seperti Bali, anggota kita di lapangan siap menerima situasi kayak gitu, sudah kita siapkan dari awal,” katanya.

Yulianto mencontohkan, apabila warga negara asing pengguna jalan, maka petugas Polantas berani ngobrol dengan warga negara asing karena sudah memiliki modal untuk bisa berbicara dengan orang-orang asing. ANTARA

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait