Warga Karimun Konvoi Iringi Setiap Truk Pengangkut Gas 3 Kg di Jalan

Warga konvoi mengikuti truk pengangkut gas melon yang melintas di jalan. (Ilfitra/gokepri.com)

Karimun (gokepri.com) – Untuk mendapatkan satu tabung gas melon isi 3 kg di Karimun amatlah susah. Warga sampai harus memburu dari satu pangkalan ke pangkalan gas yang lain.

Bahkan lebih mirisnya, ketika ada truk pengangkut gas melon lewat dengan muatan gas, maka warga langsung mengikuti kemana pergerakan truk tersebut,

Tak dapat dielak lagi, di belakang truk pengangkut gas tersebut akan terlihat konvoi kendaraan roda warga sambil membawa tabung gas kosong.

“Konvoi mengikuti kemana truk membawa gas melon,” ujar Erwin, warga Jelutung, Kelurahan Darussalam, Kecamatan Meral Barat, Sabtu 20 April 2024.

Erwin yang rumahnya persis di pertigaan Jelutung tersebut menyaksikan sendiri bagaimana konvoi kendaraan roda dua mengikuti truk pengangkut gas melon tersebut.

“Sangat miris,” ungkapnya.

Bukan hanya mengikuti kemana arah truk pengangkut gas melon itu saja, warga yang tak tahu lagi kemana harus mencari gas melon terpaksa menyambangi agen gas LPG di kawasan Jelutung tersebut

“Para pemburu tabung gas, keluar dengan kecewa karena memang tidak boleh membeli gas di agen melainkan harus ke pangkalan,” tuturnya.

Begitu truk pengangkut gas melon tersebut keluar dari agen, langsung diikuti oleh warga.

“Lihatlah, kemanapun truk itu pergi sudah diikuti warga dengan konvoi kendaraan,” sambungnya.

Bupati Karimun Karimun, Aunur Rafiq meminta masyarakat Karimun untuk tidak panik soal ketersediaan gas melon.

“Masyarakat jangan panik terkait kelangkaan gas 3 kilogram,” ujar Aunur Rafiq usai menghadiri puncak peringatan HKG PKK Karimun ke 52 di Gedung Nilam Sari Kantor Bupati Karimun, Jumat 19 April 2024.

Kata Rafiq, kuota gas LPG 23 kg di Karimun mencukupi untuk kebutuhan masyarakat. Kalaupun dalam beberapa hari ini terjadi keterlambatan suplai, itu bukan karena kelangkaan tapi karena adanya libur Idul Fitri.

Penulis: Ilfitra

BAGIKAN