Vera Limardjo House of Mercy, Warisan Cinta Kasih untuk Sesama

Vera Limardjo
Pembina lembaga, Dr Daud Johannis Andries (Hani Andries), bersama Wali Kota Batam Amsakar Ahmad saat peresmian Vera Limardjo House of Mercy di Batam, Selasa (29/7). Lembaga ini didirikan sebagai bentuk cinta kasih mendiang Vera Limardjo dalam membantu sesama. Foto: istimewa

BATAM (gokepri) – Semangat kemanusiaan dan cinta kasih mendiang Vera Limardjo kini hidup kembali melalui Vera Limardjo House of Mercy di Batam. Lembaga sosial ini menjadi wujud dedikasinya dalam membantu sesama.

Suasana haru menyelimuti peresmian Vera Limardjo House of Mercy di kawasan Botania, Kota Batam, Selasa (29/7). Lembaga sosial ini didirikan sebagai wujud nyata dari cinta kasih mendiang Vera Limardjo, sosok yang dikenal karena dedikasinya dalam membantu sesama semasa hidupnya.

Peresmian ini dihadiri oleh Wali Kota Batam Amsakar Ahmad, Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra, serta sejumlah tokoh dan pejabat daerah. Pembina lembaga, Dr Daud Johannis Andries, yang akrab disapa Hani Andries, menceritakan latar belakang berdirinya lembaga ini, berawal dari pesan terakhir sang istri saat terbaring di ruang ICU.

“Dua hari sebelum istri saya meninggal, beliau mengirim pesan agar saya mentransfer sejumlah uang,” ujar Hani dengan suara bergetar.

Setelah kepergian sang istri, Hani dan anak-anaknya baru mengetahui uang tersebut digunakan untuk membayar uang sekolah anak-anak dari keluarga kurang mampu yang selama ini dibantu Vera secara diam-diam. Hani juga mendengar dari sahabat-sahabat Vera bahwa istrinya kerap membantu orang tak dikenal dan berbagi dengan masyarakat kurang mampu.

“Dari situlah saya sadar, kebaikan istri saya tidak boleh berhenti sampai di sini,” kata Hani penuh haru.

Terinspirasi semangat kemanusiaan itu, Vera Limardjo House of Mercy didirikan sebagai lembaga sosial yang menjangkau masyarakat rentan di Batam dan Kepulauan Riau. Pelayanan yang diberikan meliputi pengobatan gratis, pembagian makanan, dapur dhuafa, rumah singgah, hingga fasilitas untuk anak-anak berkebutuhan khusus.

“Seluruh pelayanan di sini murni karena cinta dan kasih,” tegas Hani, menambahkan bahwa mereka tidak menerima bayaran apa pun.

Lembaga ini berada di bawah naungan Yayasan Cahaya Obor Berkat, yang dipimpin oleh Simon Sutrisno. Ia menegaskan pelayanan yang diberikan tidak membeda-bedakan latar belakang. “Lembaga ini terbuka bagi siapa saja tanpa memandang suku, agama, ras, atau golongan,” ujarnya. Visinya adalah menjadi lembaga sosial yang melayani dengan semangat cinta kasih, menghadirkan harapan, dan meringankan beban hidup mereka yang kesulitan.

Salah satu layanan unggulan dari lembaga ini adalah rumah singgah. Fasilitas ini tidak hanya menyediakan tempat tinggal bagi masyarakat Kepulauan Riau yang datang berobat ke Batam, tetapi juga dilengkapi dengan layanan penjemputan, pengantaran ke rumah sakit, dan pendampingan selama proses pengobatan.

Wali Kota Batam Amsakar Ahmad memberikan apresiasi tinggi atas pendirian lembaga ini. Ia menyebut Vera Limardjo House of Mercy sebagai contoh nyata pelayanan publik berbasis ketulusan dan cinta kasih. “Ini bukan sekadar rumah sosial, ini adalah rumah cinta,” ujar Amsakar.

Meskipun Vera Limardjo telah tiada, nilai-nilai kebaikan yang ia tinggalkan terus hidup dan tumbuh dalam bentuk pelayanan nyata. Rumah ini kini menjadi simbol cinta kasih yang tak pernah padam, warisan yang akan terus memberi harapan bagi banyak jiwa di Kota Batam.

Baca Juga: Orang Ikan, Film Karya Mike Wiluan tentang Kemanusiaan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Muhammad Ravi
Editor: Candra Gunawan

Pos terkait