Vaksin Covid-19 Tiba di Natuna, Bupati Rapat Dadakan Bahas Vaksinasi 28 Januari

Vaksin natuna
Bupati Natuna Hamid Rizal menggelar rapat dadakan membahas persiapan vaksinasi Covid-19, Selasa (26/1/2021). (Foto: gokepri/fat)

Natuna (gokepri.com) – Sebanyak 2.200 vial vaksin Covid-19 tiba di Kabupaten Natuna, Selasa (26/1/2021). Bupati Natuna Hamid Rizal langsung menggelar rapat dadakan membahas jadwal vaksinasi lebih awal.

Rapat ini digelar karena vaksin corona direncanakan tiba di Natuna jauh lebih cepat dari jadwal semula.

Rapat dipimpin langsung oleh Bupati Natuna, Hamid Rizal dan diikuti oleh seluruh unsur FKPD dan sejumlah OPD terkait.

“Sebelumnya vaksin itu dijadwalkan datang Februari, tapi tiba-tiba katanya akan datang besok Rabu tanggal 26 Januari ini, jadwalnya berubah tiba-tiba,” kata Bupati Hamid membuka rapat.

Berdasarkan jadwal yang ditentukan oleh pemerintah pusat itu juga, pelaksanaan vaksinasi tahap pertama harus dilakukan mulai tanggal 28 Januari 2021.

“Jadi hari ini kami membahas bagaimana mengamankan vaksin itu, di mana menyimpannya, bagaimana sistem distribusinya, kemana akan didistribusikan dan di mana saja kita melakukan vaksinasi. Waktu kami tinggal 2 hari, vaksinnya besok datang dan besoknya lagi kita mesti melakukan vaksinasi,” kata Hamid seraya mempersilahkan peserta rapat menyampaikan pendapatnya.

Kapolres Natuna, AKBP Ike Krisnadian menyatakan kesiapannya untuk melakukan pengawalan dan pengamanan sejak vaksin itu tiba di Bandara Natuna sampai kepada proses vaksinasi selesai.

Pengamanan akan dilaksanakan secara ketat selama 24 jam. Bahkan bukan hanya prosesnya yang akan diamankan Polres Natuna, tapi sampah bekas vaksinasi juga akan turut diamankan dan kemudian dimusnahkan guna mengantisipasi terjadinya penyalahgunaan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.

“Ini akan kami kawal selama 24 jam sampai selesai, cuma kami minta jadwal distribusi dan vaksinasinya dari Dinas Kesehatan agar kami juga bisa segera menyusun jadwal pengawalan. Terus kami juga minta dari Dinas Kominfo untuk melakukan dokumentasi secara teratur di setiap segmen pelaksanaan vaksinasi karena nanti sampah-sampahnya akan kami kumpulkan untuk dimusnahkan,” tegas AKBP Krisnadian.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna, Hikmat Aliansyah mengemukakan, vaksinasi tahap awal ini akan mengalami kendala dan tidak bisa dilaksanakan sepenuhnnya sesuai jadwal karena selain waktu yang cukup singkat juga karena logistik vaksin tidak berbarengan datangnya dengan vaksin itu sendiri. Vaksin diangkut menggunakan pesawat sementara logistik vaksin diangkut menggunakan kapal yang belum diketahui jadwal ketibaanya.

Ia menyebutkan, untuk tahap awal jumlah vaksin yang akan datang itu sebanyak 2200 vial dan akan disalurkan ke 1076 sasaran dalam dua kali pemberian. Dan ini khusus untuk tenaga kesehatan.

“Tapi karena ada kendala seperti ini, kami mengusulkan agar pada tanggal 28 Januari itu nanti akan divaksin 10 orang dulu karena kalau untuk 10 orang ini pemerintah memiliki logistik vaksin yang masih bisa dipergunakan,” paparnya.

Pada rapat itu disepakati beberapa hal di antaranya, vaksin akan dikawal ketat oleh aparat keamanan, vaksin akan disimpan di gudang farmasi Pemkab Natuna, pemeberian pertama terhadap 10 orang, lokasi vaksinasi untuk 10 orang tersebut di RSUD Natuna dan distribusi vaksin didistribusikan ke kecamatan-kecamatan menggunakan kapal Indra Perkasa milik Pemerintah Kabupten Natuna setelah logistiknya tiba.

“Jadi untuk sementara itu dulu yang bisa kita lakukan dalam waktu yang singkat ini. Tapi saya minta kepada Dinas Damkar agar segera menyurati camat-camat dan Kades-kades sehingga mereka juga punya waktu untuk melakan persiapan vaksinasi di wilayahnya masing-masing,” kata Hamid menutup rapat.

(rhm)

|Baca Juga: 130 Ribu Nakes Sudah Divaksinasi

BAGIKAN