Usai Viral, Tim Dinkes Tanah Datar Akhirnya Lakukan Fogging di Jorong Ampia Rayo

Tim dari Puskesmas Batipuh II melakukan fogging di Jorong Ampia Rayo, Nagari Bungo Tanjuang, Kecamatan Batipuh. (Ilfitra/gokepri.com)

TANAH DATAR (gokepri.com) – Munculnya 4 kasus demam berdarah dengue (DBD) di Jorong Ampia Rayo dan sejumlah kasus kasus lainnya di Nagari Bungo Tanjuang, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar tanpa adanya tindakan fogging menjadi viral.

Usai viralnya kasus tersebut, Dinas Kesehatan Tanah Datar melalui Puskesmas Batipuh II segera menurunkan timnya melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) dengan mendatangi rumah Defrita Suherni, warga Jorong Ampia Rayo yang dinyatakan positif terkena DBD.

Tim Puskesmas Batipuh II turun ke rumah pasien pada Rabu, 9 Oktober 2024 guna meminta keterangan terkait penyakit DBD yang diderita pasien.

HBRL

Saat itu, tim Puskesmas Batipuh II menyampaikan akan melakukan fogging di sekitar kawasan tersebut pada Kamis, 10 Oktober 2024 yang direncanakan dimulai pukul 10.00 WIB.

Benar saja, sesuai dengan jadwal yang mereka sampaikan, Puskesmas Batipuh II menurunkan timnya melakukan fogging di sekitar kawasan yang disinyalir menjadi lokasi bersarangnya nyamuk aedes aegypti tersebut.

Petugas kesehatan mendatangi Jorong Ampia Rayo guna melakukan penyelidikan epidemiologi di kawasan tersebut. (Ilfitra/gokepri.com)

Sebab, selain kasus DBD menimpa Defrita Suherni, sebelumnya tiga orang tetangganya juga sudah duluan terpapar kasus yang sama.

Warga Jorong Ampia Rayo yang pertama dinyatakan positif DBD adalah Labai Saidi. Dia dinyatakan positif DBD setelah mengalami demam tinggi pada Agustus 2024.

Sebulan kemudian, tetangganya Yelfi Nafira dan suaminya Katik Chan juga dinyatakan positif DBD setelah menjalani perawatan di RSUD Padang Panjang.

Terakhir, kasus serupa juga menimpa Defrita Suherni hingga ibu tiga anak ini harus menjalani perawatan intensif di RSUD Padang Panjang selama beberapa hari.

“Tadi tim dari Puskesmas Batipuh II sudah turun melakukan fogging ke rumah dan lingkungan sekitarnya,” ujar Khasyiful Ghammi, putra dari Defrita ketika dikonfirmas Kamis, 10 Oktober 2024.

Kata Khasyif, petugas kesehatan dari Puskesmas Batipuh II sehari sebelumnya juga sudah mendatangi rumahnya dan meminta keterangan kepada anggota keluarga terkait kasus DBD yang menimpa ibunya tersebut.

“Kemaren mereka (tim Puskesmas Batipuh II) sudah duluan datang ke rumah, nanya-nanya kepada anggota keluarga terkait DBD,” ungkapnya.

Khasyif menyebut, berdasarkan informasi yang diperolehnya, tim tersebut turun karena berita soal DBD yang melanda Jorong Ampia Rayo sudah viral.

“Katanya kasus ini viral, mereka mengaku kecolongan, jadinya mereka turun. Mereka bilang, nanti akan turun lagi untuk lakukan fogging ulang,” pungkasnya.

Penulis: Ilfitra

Pos terkait