Usai Nataru, Indonesia Masuki Gelombang 3 Covid-19

Petugas kesehatan melakukan tes usap COVID-19 kepada seorang warga saat tes massal di Kelurahan Krukut, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat, Senin (10/1/2022). Tes usap yang dilakukan kepada 500 warga Krukut tersebut menindaklanjuti ditemukannya 36 kasus COVID-19 di wilayah itu di mana satu di antaranya suspek varian Omicron. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)
Petugas kesehatan melakukan tes usap COVID-19 kepada seorang warga saat tes massal di Kelurahan Krukut, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat, Senin (10/1/2022). Tes usap yang dilakukan kepada 500 warga Krukut tersebut menindaklanjuti ditemukannya 36 kasus COVID-19 di wilayah itu di mana satu di antaranya suspek varian Omicron. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)

Jakarta (gokepri.com) – Awal tahun 2022 ini Indonesia memasuki gelombang 3 pandemi Covid-19.

Setidaknya, dalam 24 jam terkahir terjadi penambahan lebih dari 2.000 kasus dan 1.000 kasus merupakan varian baru Omicron.

Situasi darurat ini baru saja dimulai. Sebab, pemerintah dan para epidemiolog sudah memprediksi bahwa kasus akan terus menanjak hingga mencapai puncak di Februari atau Maret ini.

HBRL

Artinya, Indonesia mau tak mau masih harus berhadapan dengan eskalasi pandemi.

Kembali lewati 2.000

Data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 pada Kamis (20/1/2022) mencatat, terjadi penambahan 2.116 kasus Covid-19 baru dalam 24 jam.

Untuk pertama kalinya setelah September 2021, kasus Covid-19 harian kembali melewati angka 2.000 dalam sehari.

Sebelumnya, 2.057 kasus virus corona tercatat pada 28 September 2021.

Penambahan 2.116 kasus baru ini menyebabkan total kasus Covid-19 di Indonesia kini mencapai 4.277.644, terhitung sejak kasus pertama diumumkan Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020.

Kasus baru virus corona itu tersebar di 25 provinsi dan Jakarta sebagai daerah tertinggi dengan 1.155 kasus.

Menyusul selanjutnya Jawa Barat (401), Banten (276), Jawa Timur (89), dan Bali (43).

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia telah menunjukkan peningkatan tiga pekan terakhir.

Ia mengatakan, kasus positif Covid-19 naik dari 1.123 menjadi 5.454 kasus.

“Jumlah kasus positif nasional mengalami peningkatan dalam 3 minggu terakhir yaitu meningkat 5 kali lipat dari 1.123 kasus menjadi 5.454 kasus,” kata Wiku dalam keterangannya melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis, 21 Januari 2022.

Menurut Wiku, peningkatan kasus Covid-19 tidak diikuti dengan kenaikan angka kematian. Namun demikian, kenaikan kasus harian berakibat pada meningkatnya kasus aktif secara signifikan.

Per Kamis (20/1/2022) tercatat ada 12.328 kasus aktif virus corona.

“Pada minggu ini, kasus aktif berjumlah 8.605 atau kasus di mana naik lebih dari 3.000 dibandingkan dengan minggu lalu yang hanya 5.494 kasus,” ucap Wiku. (*)

(sumber:kompas.com)

Pos terkait