Uji Coba Pembatasan LPG 3 Kg, PGN Dorong Penggunaan Jargas di Batam dan Bintan

kuota elpiji batam
Warga mengantre untuk membeli elpiji 3 kg di operasi pasar di Kantor Kecamatan Bengkong, Batam, 16 September. GOKEPRI/Muhammad Ravi

JAKARTA (gokepri) – Uji coba pembatasan LPG 3 kg bakal diterapkan di Batam dan Bintan. Langkah ini untuk meningkatkan pemanfaatan jaringan gas (jargas) rumah tangga.

Uji coba ini dilakukan dengan metode klasterisasi di wilayah Batam dan Bintan dengan tujuan jargas akan menjadi alternatif saat elpiji mulai susah didapat sekaligus meningkatkan minat masyarakat terhadap jargas.

Direktur Utama PGN, Arief S. Handoko, mengatakan, saat ini minat penggunaan jargas masih minim lantaran terdapat produk substitusi energi yang lebih murah yakni LPG 3 kg. Hal ini yang membuat program pemerintah tersebut belum dinilai ekonomis.

HBRL

“Kami mau coba clustering bahwa kami akan batasi LPG 3 kg itu untuk masuk ke Batam, jadi dengan kami batasi LPG 3 kg artinya keberminatan jargas ini akan bertambah,” kata Arief dalam RDP Komisi VI DPR RI, Rabu, 12 Maret 2025.

Jargas telah tersambung lebih dari 815.000 rumah tangga dengan panjang pipa jargas mencapai 20.000 kilometer pada 2024. Untuk jargas yang dibangun PGN ditargetkan akan menambah 200.000 sambungan rumah (SR) tahun ini.

“Tadi ditanyakan mengapa panjang kilometer pipa jargas ini panjang, tapi pelanggannya sedikit? Itu terkait dengan keberminatan dari jargas itu sendiri, kita sudah mulai pasang tetapi yang gas ini itu on-off, on-off, ada yang pasang, 3 bulan kemudian berhenti,” tuturnya.

Padahal, Arief menuturkan untuk melepas sambungan jargas tersebut akan memakan biaya tambahan. Untuk itu, diperlukan mekanisme klasterisasi penggunaan jargas menggantikan LPG 3 kg.

Menurut dia, untuk melakukan klasterisasi jargas di wilayah Jawa, utamanya Jakarta, masih sulit dilakukan. Sebab, perilaku masyarakat yang masih bergantung pada gas melon tersebut.

“Jadi itulah kendala kami terkait dengan effort kita untuk memasifkan jargas, kami sudah coba clastering, makanya ini dalam percontohan itu ada di Batam dan Bintan,” imbuhnya.

Dalam roadmap PGN tahun ini, pihaknya akan mencoba untuk pasang terlebih dahulu pada satu jalan dengan kapasitas 60 rumah tanpa menanti permintaan konsumen.

“Baru nanti kami door-to-door supaya pasang jargas, ini yang tentunya hal yang masif yang harus kita lakukan untuk tujuan utamanya ya membantu pemerintah menurunkan beban subsidi LPG 3 kg yang jumlahnya kurang lebih hampir Rp100 triliun dalam setahun. Itu yang mau kami kikis sedikit-sedikit enggak bisa revolusioner,” tuturnya. BISNIS.COM

Baca Juga: Siapa Mau Bangun Jargas Rumah Tangga di Batam

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait