Batam (gokepri.com) – Pembangunan gedung sekolah dinilai menjadi solusi konkret untuk mengatasi siswa yang tak bisa ditampung sekolah negeri di Kepulauan Riau.
Anggota DPRD Komisi IV Uba Ingan Sigalingging meminta Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) fokus dalam membangun infrastruktur pendidikan.
Uba mengatakan saat ini infrastruktur pendidikan di Kepri khususnya Batam sangat buruk. Ia menilai pernyataan Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengenai siswa titipan bukan solusi. Seharusnya, Gubernur melalui Dinas Pendidikan Kepri bisa fokus membangun infrastruktur tersebut.
Menurut dia, permasalahan yang terjadi saat ini juga karena infrastruktur di Kota Batam belum memadai.
“Sekarang saja anggaran kita untuk pendidikan sangat sedikit. Bahkan ada sekolah yang satu kelas 50 sampai 55 orang lebih,” kata Uba saat meninjau SMAN 3 Batam, Jumat 15 Juli 2022.
Ia pun meminta agar Gubernur Kepri turut memperhatikan infrastruktur itu dan tidak hanya berfokus pada dugaan praktik titik-menitip siswa saja.
“Apa yang disampaikan oleh Gubernur Kepri Ansar Ahmad terkait banyaknya titipan itu bukan solusi dan bukan menyelesaikan masalah, ini bisa dibilang gubernur lari dari masalah,” katanya.
Ia mengatakan, PPDB dari tahun ke tahun selalu jadi masalah. Khususnya tingkat SMA di Batam. Tidak seperti di kabupaten/kota lain di Kepri. Apalagi ada dugaan suap-menyuap
“Seharusnya yang kita hindari itu jangan sampai ada suap saat PPDB, itu yang dihindari praktik nyuap-menyuap di PPDB offline. Tetapi perlu digarisbawahi itu adalah oknum, bukan sekolah,” katanya.
Sebelumnya, Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad mengaku menerima laporan yang terjadi di SMAN 3 Batam, terkait dugaan praktik titipan dari oknum tidak bertanggungjawab.
Ansar melanjutkan meminta Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri untuk bertindak cepat, terlebih dengan aksi para orangtua calon siswa yang telah berlangsung hingga ke Kantor Walikota Batam.
Hingga saat ini, Ansar juga mengaku belum mengetahui persis nasib dari calon siswa baru yang ditolak untuk masuk ke SMAN 3 Batam.
“Masalah SMAN 3 Batam ini lantaran ada praktik titip menitip dari oknum. Ini keterlaluan sekali,” tegas Ansar.
Sementara Dinas Pendidikan Kepri Andi Agung tidak ingin berkomentar soal adanya siswa titipan tersebut. Ia bilang, masalah siswa titip sudah diserahkan ke seber pungli.
“Kalau itu saya no comment ya,” kata dia.
Penulis: Engesti









