Karimun (gokepri.com) – Seorang nelayan Karimun yang menjadi anak buah kapal (ABK) kapal cumi meninggal di sekitar perairan Tambelan, Bintan, Sabtu, 15 Juli 2023.
Kapal cumi asal Baran, Kecamatan Meral tersebut tengah menangkap cumi-cumi di perairan Tambelan.
Nelayan yang diketahui bernama Abdul Sani tersebut meninggal saat sedang bekerja di atas kapal.
Kasat Polairud Polres Karimun, Iptu Doddy ketika dikonformasi mengatakan, sekitar pukul 21.00 WIB, korban yang sedang berjalan dari arah haluan menuju buritan kapal tiba-tiba terjatuh.
“Saat itu, dia sedang berjalan dari haluan menuju buritan dan tiba-tiba terjatuh,” ungkap Doddy, Kamis, 20 Juli 2923.
Usai terjatuh, nelayan tersebut kemudian memberitahukan kepada nakhoda kapal yang kebetulan adik kandungnya sendiri bahwa tangan dan kakinya tidak bisa bergerak.
“Selang beberapa menit kemudian dia langsung meninggal dunia,” jelas Doddy.
Nakhoda kapal kemudian memutuskan untuk kembali pulang dan membawa jenazah abangnya itu ke Karimun.
“Selama dalam perjalanan ke Karimun, jenazah disimpan dalam freezer agar tidak membusuk,” tuturnya.
Doddy menyebut, jenazah nelayan itu sampai di Karimun pada Selasa, 18 Juli 2023 sekitar pukul 06.00 WIB.
Begitu sampai di pelabuhan, korban langsung dievakuasi ke RSUD Muhammad Sani.
“Berdasarkan hasil visum dari dokter RSUD Muhammad Sani, tidak ditemukan tanda=tanda kekerasan di tubuhnya, dia meninggal karena sakit,” ungkap Doddy.
Penulis: Ilfitra








