Tuberkulosis dan HIV Jadi Fokus Eliminasi, Dinkes Batam Genjot Skrining

Kasus TB Malaysia
Ilustrasi. Pasien berobat di pusat layanan kesehatan. Foto: Freepik.com

BATAM (gokepri.com) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam terus menggencarkan skrining tuberkulosis (TB) dan Human Immunodeficiency Virus (HIV) sebagai bagian dari target eliminasi kedua penyakit tersebut pada 2030.

Kepala Dinkes Batam, Didi Kusmarjadi, menekankan bahwa TB dan HIV memiliki keterkaitan erat, sehingga upaya deteksi dini harus dilakukan secara bersamaan.

“Penderita HIV lebih rentan terkena TB karena daya tahan tubuh mereka lemah. Begitu juga sebaliknya, penderita TB yang tidak ditangani dengan baik berisiko mengalami komplikasi serius, termasuk infeksi HIV,” ujar Didi, Rabu (19/2/2025).

HBRL

Baca Juga: Dinkes Batam Serius Tangani TBC, Jemput Bola hingga Libatkan Lintas Sektor

Sepanjang Januari 2025, Dinkes Batam telah melakukan skrining terhadap 2.578 orang, dengan 344 di antaranya terkonfirmasi positif TB. Tahun sebelumnya, dari 36.113 orang yang diskrining, ditemukan 4.997 kasus TB positif.

Didi megatakan Batam telah menggunakan alat Tes Cepat Molekuler (TCM) yang tersedia di 11 fasilitas kesehatan, termasuk puskesmas dan rumah sakit, untuk memastikan diagnosis TB lebih cepat dan akurat.

“Semakin banyak skrining yang dilakukan, semakin besar peluang mendeteksi kasus lebih awal dan memberikan pengobatan sebelum menyebar lebih luas,” katanya.

Penderita TB diwajibkan menjalani pengobatan selama enam bulan dengan kontrol rutin. Jika pengobatan tidak teratur, pasien berisiko mengalami resistensi obat, yang memperpanjang masa penyembuhan.

Dinkes Batam mengimbau masyarakat untuk aktif menjalani skrining TB dan HIV guna mencegah penyebaran serta mendukung target eliminasi kedua penyakit tersebut di Batam. ANTARA

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait