Transaksi Digital Kian Diminati

Promosi platform belanja online
Ilustrasi. Shutterstock

Jakarta (gokepri.com) – Pandemi Covid-19 mempengaruhi preferensi masyarakat dalam bertransaksi. Riset yang dilakukan oleh Facebook bekerja sama dengan Bain & Company menyimpulkan bahwa daya beli masyarakat yang tinggi dan preferensi untuk melakukan transaksi tanpa kontak akan terus mendorong pertumbuhan ekonomi digital.

Studi tersebut mengungkap bahwa pertumbuhan konsumen digital di Asia Tenggara diperkirakan mencapai sekitar 310 juta pada akhir 2020, dengan jutaan konsumen lainnya diprediksi akan bergabung dalam beberapa tahun mendatang.

Studi Digital Consumers of Tomorrow, Here Today ini merupakan lanjutan dari riset yang berjudul Riding The Digital Wave pada 2019. Dalam studi tahun 2019, pertumbuhan ini awalnya diperkirakan terjadi di tahun 2025, yang berarti menunjukkan percepatan lima tahun hanya dalam tahun 2020 saja.

HBRL

Artinya, hampir 70 persen konsumen di Asia Tenggara akan beralih ke digital pada akhir tahun. Sementara di Indonesia, studi ini juga menemukan bahwa konsumen digital telah tumbuh dari 119 juta, 58 persen dari total populasi pada 2019, menjadi 137 juta, 68 persen dari total populasi pada 2020.

Baca juga: Menkumham Yasonna: Literasi Digital Harus Menjadi Bagian Pendidikan Masyarakat

“Dengan perpindahan konsumen digital yang pesat dari offline ke online, ditambah dengan perkembangan kebiasaan konsumsi dari rumah, kita akan melihat lebih banyak merek yang mengubah model bisnis mereka lebih dari ‘omni-channel’ untuk memenuhi kebutuhan konsumen di mana mereka berada. Kuncinya adalah bisnis perlu menyesuaikan tren konsumen masa kini yang akan terus membentuk tatanan kebiasaan baru,” ujar Pieter Lydian, Country Director untuk the Facebook Company di Indonesia. (wan)

Pos terkait