Toyota Jadikan Bali Lokasi Proyek Kendaraan Listrik

kendaraan listrik toyota

Jakarta (gokepri.com) – Toyota memilih Bali sebagai tempat membuat proyek EV Smart Mobility atau kendaraan listrik. Toyota akan bekerja sama dengan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Nusa Dua. Kerjasa sama ini untuk mendukung penggunaan kendaraan listrik dalam ekosistem eco-tourism.

Alasan memilih Bali sebagai lokasi proyek adalah karena sejalan dengan kebijakan pemerintah daerah setempat. Kebijakan itu berupa terbitnya Pergub No 45 tahun 2019 tentang energi bersih dan kendaraan listrik.

“Untuk mendukung keberlanjutan model bisnis yang berkelanjutan dan peningkatan ekowisata Pulau Bali, Pemerintah merekomendasikan hilirisasi produk nikel. Produk nikel ini sebagai bahan baku baterai mobil listrik,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Selasa (8/12/2020).

HBRL

Hartarto menekankan agar hasil produk kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBL–BB) tidak hanya untuk pasar domestik. Namun juga untuk ekspor, salah satunya ke Australia dan negara lainnya. Pemerintah akan memberi dukungan bagi Toyota untuk pengembangan KBL-BB dalam bentuk regulasi, insentif fiskal, dan non-fiskal.

Airlangga menerangkan bahwa sejumlah indikator pekonomian Indonesia sudah menunjukkan tren pemulihan. Data Purchasing Managers Index (PMI) Indonesia tercatat meningkat di November 2020.

PMI Indonesia naik hampir tiga poin menjadi 50,6 pada November 2020, dari bulan sebelumnya di level 47,8. Indeks di atas 50 menunjukkan industri yang berekspansi. Sebaliknya indeks di bawah 50 menunjukkan kegiatan terkontraksi.

“Indikator ini menunjukkan kegiatan produksi sudah mulai bergerak, kepercayaan masyarakat mulai pulih. Daya beli diharapkan bisa mengikuti dan segera menunjukkan perbaikan,” ujar Airlangga.

Manajemen Toyota mengapresiasi pemerintah Indonesia yang telah menciptakan iklim berusaha yang kondusif. Sehingga Toyota dapat berkontribusi dalam pengembangan industri otomotif di Indonesia.

Tahun ini menandai 50 tahun beroperasinya Toyota di Indonesia. Selain itu, Toyota kembali mempertegas komitmennya atas keberlanjutan pengembangan dan industri otomotif di tanah air. Salah satunya dengan mempersiapkan rencana pengembangan dan produksi kendaraan listrik hingga 2025 mendatang.

“Toyota berkomitmen penuh untuk mendukung upaya pemerintah Indonesia dalam mengurangi emisi. Dan juga mengurangi impor minyak bagi kendaraan bermotor. Setidaknya, dalam 5 tahun ke depan, Toyota sudah menyiapkan 10 jenis kendaraan listrik bagi konsumen Indonesia. Teknologi kendaraan Toyota juga sudah siap untuk mendukung penerapan B30 di Indonesia,” papar Yoichi Miyazaki.

Toyota menyiapkan dana investasi hingga USD 2 Miliar dalam 5 tahun ke depan. Toyota juga memperkirakan konsumsi bahan bakar akan mengalami penurunan hingga 126 juta liter bahan bakar pada tahun 2025. (wan)

Pos terkait