Terparah 10 Tahun Terakhir, Pertumbuhan Ekonomi Batam -2,55 Persen

Ekonomi indonesia 2020
Pelabuhan Peti Kemas Batuampar, Kota Batam. (Foto: Gokepri/cg)

Batam (gokepri.com) – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam mencatat pertumbuhan ekonomi Kota Batam tahun 2020 mengalami penurunan atau kontraksi sebesar 2,55 persen.

Kondisi ini merupakan pertumbuhan ekonomi yang terparah selama 10 tahun terakhir. Sebab, selama ini ekonomi Kota Batam selalu mencatatkan pertumbuhan yang positif.

Kepala Kepala BPS Batam Rahmad Iswanto mengatakan kontraksi pada tahun 2020 didorong oleh lapangan usaha konstruksi yang memberikan andil penurunan pada pertumbuhan ekonomi
sebesar 1,42 persen.

“Dari sisi pengeluaran, komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto memberikan andil kontraksi terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar 2,07 persen,” kata Rahmad, Sabtu (5/6/2021).

Lapangan usaha yang kontraksi pertumbuhan terdalam adalah jasa lainnya, dengan pertumbuhan sebesar -67,98 persen, penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar -45,49 persen. Kemudian transportasi dan pergudangan sebesar -44,52 persen, jasa perusahaan -43,33 persen dan Real Estate sebesar -16,74 persen.

Sedangkan tiga lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan positif, di antaranya yaitu informasi dan komunikasi tumbuh sebesar 18,09 persen dan administrasi pemerintahan, pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 12,23 persen.

“Selain itu juga ada industri pengolahan tumbuh sebesar 3,78 persen,” katanya.

Struktur Ekonomi Kota Batam pada tahun 2020 masih didominasi oleh Industri Pengolahan (58,09 persen); Konstruksi (19,91 persen); dan Perdagangan Besar dan Eceran; dan Reparasi Mobil dan Sepeda Motor (5,99 persen).

Sementara itu, dari sisi pengeluaran juga banyak komponen yang mengalami kontraksi. Komponen yang mengalami kontraksi
pertumbuhan terdalam adalah komponen perubahan inventori di mana mengalami pertumbuhan sebesar -98,20 persen.

Kemudian di ikuti oleh Konsumsi LNPRT yang mengalami pertumbuhan sebesar -5,75 persen dan Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang tumbuh sebesar -4,67 persen.

“Sedangkan untuk komponen pengeluaran yang masih mengalami
pertumbuhan positif, diantaranya Konsumsi Rumah Tangga dengan pertumbuhan sebesar 0,70 persen dan pertumbuhan net ekspor sebesar 0,20 persen,” katanya.

(ard)

BAGIKAN