Teknologi Fertility Preservation, Beri Peluang Bagi Pasien Kanker dan Tunda Kehamilan

Fertility Preservation
Ilustrasi. Foto: BLOOMBERG

TANGERANG (gokepri) – Teknologi fertility preservation atau konservasi kesuburan menawarkan solusi bagi mereka yang ingin menunda kehamilan atau berisiko mengalami penurunan kesuburan. Metode ini membantu menjaga harapan memiliki keturunan di masa depan.

Fertility preservation merupakan solusi untuk menjaga harapan keturunan di masa depan meski menghadapi situasi yang kompleks,” kata Dokter Spesialis Kandungan dan Kebidanan Eka Hospital, Victor Prana Andika Santawi di Tangerang, Banten, Jumat, 24 Januari 2025.

Kondisi yang dapat menyebabkan penurunan kesuburan antara lain penyakit berat, seperti kanker yang memerlukan terapi kemoterapi atau radioterapi; prosedur medis yang dapat merusak fungsi ovarium atau testis; hingga penundaan kehamilan karena alasan pribadi atau profesional.

HBRL

Fertility Preservation
Dokter spesialis kandungan & kebidanan Eka Hospital Family & Grand Family dr. Victor Prana Andika Santawi menjelaskan mengenai metode Fertility Preservation yang dapat dipilih masyarakat yang ingin memiliki keturunan tetapi ada kendala penurunan kesuburan. ANTARA/Irfan

Berbagai kondisi kesehatan lain yang dapat memengaruhi kemampuan reproduksi seseorang, misalnya perawatan medis seperti kemoterapi atau radioterapi, dan penyakit tertentu.

Prosedur medis ini, lanjutnya, memungkinkan individu menjaga peluang memiliki keturunan di masa depan dengan berbagai metode yang tersedia.

Metode fertility preservation yang tersedia di antaranya pembekuan sel telur (oosit) yang diambil dan dibekukan untuk digunakan di masa mendatang; pembekuan sperma yang dapat digunakan saat dibutuhkan untuk reproduksi; pembekuan embrio (sel telur yang telah dibuahi) untuk ditanamkan kembali di masa depan; pembekuan jaringan ovarium atau testis yang diperuntukkan bagi pasien yang belum memasuki masa pubertas atau memiliki kondisi kesehatan tertentu; dan penggunaan obat pelindung kesuburan dengan Agonis GnRH, yang merupakan salah satu metode perlindungan selama kemoterapi.

Peran Agonis GnRH dalam melindungi kesuburan selama kemoterapi, lanjut Victor, adalah menekan fungsi ovarium sementara, menciptakan kondisi yang menyerupai menopause selama terapi medis. “Hal ini membantu sel telur berada dalam fase istirahat sehingga lebih terlindungi dari efek merusak kemoterapi,” katanya.

Victor menambahkan, karena kondisi dan kebutuhan setiap individu berbeda, berkonsultasi dengan spesialis fertilitas adalah langkah penting untuk menentukan metode yang tepat. “Dengan informasi dan penanganan yang akurat, harapan untuk memiliki keturunan pada masa depan tetap dapat terjaga,” ujarnya. ANTARA

Baca Juga: 12 Tradisi Unik Sambut Tahun Baru di Berbagai Belahan Dunia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait