Tantangan Batam Memenuhi Kebutuhan Tenaga Terampil Lokal

menaker resmikan BLK Batam
Calon tenaga kerja kejuruan juru las di BLK Kabil, Batam, 10 Juli. Foto: gokepri/Muhammad Ravi

BATAM (gokepri) – Persoalan ketenagakerjaan di Batam tidak hanya tentang angka pengangguran, tetapi juga tentang kualitas sumber daya manusia. Disnaker Batam mencatat 18.990 pencari kerja terdaftar hingga Juli 2025. Namun, masih banyak posisi dengan keahlian tinggi yang kosong karena ketiadaan tenaga terampil lokal.

Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam menargetkan penyerapan 18.000 pencari kerja sepanjang tahun 2025. Target ini sejalan dengan proyeksi kebutuhan 20.000 lapangan kerja baru di Batam. Hingga Juli 2025, jumlah pencari kerja yang terdaftar mencapai 18.990 orang.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disnaker Batam, Nurul Iswahyuni, menjelaskan sisa pencari kerja dari tahun sebelumnya, yang belum terserap, berjumlah sekitar 8.000 orang. Jumlah ini gabungan dari sisa 7.000 orang pada tahun 2024 dan sisanya dari tahun-tahun sebelumnya. “Ini yang akan kita dorong penempatannya tahun ini,” ujar Nurul di Batam, Kamis (7/8).

Bursa kerja batam
Wali Kota Batam Amsakar Achmad membuka acara Bursa Kerja yang diselenggarakan oleh Disnaker Batam di UPB Batam, Kepri, Selasa (5/8/2025). ANTARA/Amandine Nadja

Menurut Nurul, banyak pencari kerja yang kembali mendaftar setelah masa kontraknya habis. Sebagian besar kontrak kerja di Batam hanya berlangsung 1 hingga 2 tahun. Oleh karena itu, Disnaker Batam terus memperbarui data pencari kerja dengan menyinkronkannya bersama instansi lain, seperti BPJS Ketenagakerjaan.

Disnaker Batam juga menghadapi tantangan dalam memenuhi posisi yang membutuhkan keahlian tinggi, terutama untuk lulusan S1 di sektor teknik. Nurul mengungkapkan masih banyak kekosongan pada posisi-posisi tersebut. “Banyak putra-putri Batam yang menempuh pendidikan tinggi di luar daerah justru memilih bekerja di luar Batam,” katanya.

Nurul berharap lulusan Batam yang berpendidikan tinggi dapat kembali dan mengisi kekosongan di industri. Ia juga mendorong perusahaan untuk membuka ruang pelatihan bagi pencari kerja.

“Kami harapkan ada pengetahuan yang di transfer kepada tenaga kerja baru, meskipun belum sepenuhnya memenuhi kualifikasi,” ucap Nurul. Hal ini bertujuan agar pencari kerja memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri. ANTARA

Baca Juga: BPS: Pengangguran Batam Terus Menurun dalam Tiga Tahun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait