TANJUNGPINANG (gokepri.com) – Kota Tanjungpinang terpilih menjadi rujukan transformasi digital bidang pendidikan dari 514 kabupaten/kota di Indonesia.
Hal itu diungkapkan Country Lead Google for Education Indonesia Olivia Husli Basrin saat bertemu dengan Wali Kota Tanjungpinang Rahma, Balai Guru Penggerak, dan Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang Kamis 13 April 2023.
Olivia mengatakan pihak Google siap memberikan pendampingan kepada tenaga pengajar sampai siap mengimplementasikan program digitalisasi belajar mengajar.
“Untuk mendukung program tersebut, kementerian (Kemendikbud) memberikan bantuan 15 unit chrome book untuk sekolah yang ditunjuk,” kata Olivia, dikutip dari laman resmi Pemko Tanjungpinang.
Ia mengatakan saat ini pemerintah tengah membangun pola pendidikan yang ada di negara-negara maju.
“Kami akan mendampingi sampai proses pembelajaran secara digital ini siap dilaksanakan,” ucap Olivia.
Wali Kota Tanjungpinang Rahma mengatakan saat ini Dinas Pendidikan Tanjungpinang memang diarahkan untuk melakukan koordinasi dan langkah strategis untuk penerapan proses belajar mengajar secara digital di sekolah.
Bonus demografi yang akan dialami Tanjungpinang pun harus disikapi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan metode belajar di sekolah.
“Saya harapkan, tahun depan sudah ada satu sekolah SMP yang sudah menerapkan sistem atau proses belajar mengajar secara digital,” kata Rahma.
Rahma mengatakan digitalisasi telah menyentuh banyak sektor, termasuk pendidikan. Masyarakat tentu harus menyesuaikan diri jika tidak ingin tertinggal.
Ia menyatakan akan mendukung segala program dan kebijakan yang diperlukan untuk memajukan pendidikan di Tanjungpinang, termasuk metode digitalisasi seperti yang di negara maju.
Sebagai wujud dukungannya Rahma meminta Dinas Pendidikan menyiapkan satu sekolah sebagai percontohan.
Kepala Dinas Pendidikan Tanjungpinang Endang Susilawati mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi langsung dengan tim Google for education yang ditunjuk oleh Kemendikbud sebagai salah satu bagian dari penerapan kurikulum merdeka.
Dinas Pendidikan, lanjut Endang, saat ini tengah menunggu petunjuk teknis terkait penerapan metode belajar digital tersebut.
“Kami sudah berkoordinasi, dan menunggu petunjuk teknisnya. Jika sudah tersedia, kami akan segera melaksanakan verifikasi dan penilaian untuk mencari sekolah yang akan dijadikan percontohan,” kata Endang.
Baca Juga: Program Seragam Sekolah Gratis di Tanjungpinang Dilanjutkan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis: Asrul Rahmawati








