Pemko Tanjungpinang menyiapkan dua kawasan ekonomi baru. Membuka ruang investasi dan usaha.
TANJUNGPINANG (gokepri) – Keterbatasan ruang di kawasan Kota Lama mendorong Tanjungpinang menyiapkan pusat pertumbuhan ekonomi baru. Mulai 2027, pemerintah daerah mengarahkan pengembangan ke Senggarang dan Kampung Bugis.
Kedua kelurahan tersebut masih memiliki lahan untuk pengembangan kawasan. Pemerintah Kota Tanjungpinang ingin memanfaatkan potensi itu untuk memperluas aktivitas ekonomi di luar pusat kota lama.
Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah mengatakan, pemerintah memilih kedua wilayah tersebut karena ketersediaan lahannya. Kondisi ini berbeda dengan kawasan kota lama yang semakin terbatas ruang pengembangannya.
Baca Juga: Sri Dewi Marlina Putri, Perempuan Pertama di Pucuk Pimpinan BPN Tanjungpinang
“Dua wilayah ini dipilih karena masih memiliki lahan yang bisa dimanfaatkan untuk pembangunan,” kata Lis seusai menghadiri Musda DPD Real Estate Indonesia (REI) VIII di Tanjungpinang, Kamis (5/11/2026).
Pengembangan dua kawasan tersebut akan didukung sejumlah fasilitas publik. Pemerintah merencanakan pembangunan Sekolah Rakyat, sekolah terintegrasi, gedung olahraga (GOR), dan stadion.
Pembangunan fasilitas tersebut direncanakan mendapat dukungan pemerintah pusat. Kehadirannya diharapkan menarik aktivitas masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi baru.
Pertumbuhan kawasan berpotensi menggerakkan sejumlah sektor usaha. Di antaranya perdagangan, jasa, transportasi, kuliner, hingga properti.
Khusus di Senggarang, Pemko Tanjungpinang juga mengembangkan kawasan melalui program Kampung Nelayan Merah Putih. Pemerintah mengarahkan pengembangan tersebut agar terintegrasi dengan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Lis berharap pengembang properti turut mendukung rencana pengembangan kedua kawasan tersebut. Keterlibatan sektor swasta diperlukan untuk memperkuat investasi dan penyediaan hunian.
“Keterlibatan pengembang dibutuhkan untuk mendukung investasi, menyediakan hunian, serta membangun kawasan yang dapat menggerakkan perekonomian daerah,” ujarnya.
Pembangunan rumah subsidi pada 2027
Dukungan pengembang menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan kawasan baru. Selain fasilitas publik, ketersediaan hunian juga dibutuhkan seiring pertumbuhan aktivitas ekonomi.
Ketua DPD REI Kepri Deni Afrianto mengatakan, organisasinya siap mendukung pengembangan kawasan ekonomi baru Tanjungpinang. Salah satu bentuk dukungannya melalui penyediaan rumah subsidi bagi masyarakat. REI Kepri merencanakan pembangunan rumah subsidi di Tanjungpinang mulai 2027.
Saat ini, REI Kepri memiliki 68 perusahaan anggota yang beroperasi di Tanjungpinang, Bintan, dan Karimun. Organisasi tersebut juga berupaya memperluas jangkauan hingga Kabupaten Natuna.
“Perluasan wilayah kerja itu adalah upaya kami sebagai pengembang untuk mendukung penyediaan hunian sekaligus mendorong pembangunan daerah di Kepri,” kata Deni.
Di balik peluang pengembangan kawasan dan pembangunan hunian, sektor properti masih menghadapi sejumlah kendala. Persoalan tersebut mencakup kepastian lahan, pembiayaan, dan kesesuaian proyek dengan kebutuhan masyarakat.
Sekretaris Jenderal DPP REI Raymond Ardan Arfandy mengatakan, pengembang memiliki kapasitas untuk menyediakan hunian bagi masyarakat. Namun, berbagai kendala masih memengaruhi realisasi pembangunan perumahan.
Raymond mendorong pemerintah daerah dan pengembang memperkuat pendataan kebutuhan hunian. Pendataan perlu mencakup jumlah masyarakat yang membutuhkan rumah dan kemampuan mereka membayar cicilan.
“Kami membutuhkan data itu sebagai dasar penyusunan perencanaan perumahan jangka panjang agar pembangunan lebih tepat sasaran,” ujarnya. ANTARA
Baca Juga: Pasar Murah Tanjungpinang, Kesempatan Meringankan Belanja Rumah Tangga
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News







