Batam (gokepri) – Kasus Covid-19 di Malaysia juga mengalami kenaikan dalam sepekan, setelah Pemerintah Singapura sebelumnya melaporkan jumlah infeksi Covid-19 meningkat menjadi 22.094 dalam kurun sepekan.
Menurut Dirjen Kesehatan Malaysia, Dr. Muhammad Radzi Abu Hassan, kasus Covid-19 di Malaysia meningkat hingga 57,3 persen. Seperti yang dilaporkan media lokal, The Star, Abu Hasan memaparkan kasus mingguan melampaui 1.000 kasus setiap minggu sejak pekan epidemiologi ke-41 hingga ke-47.
“Dilaporkan delapan klaster aktif Covid-19 dengan total 121 kasus. Jumlah kumulatif klaster yang dilaporkan sebanyak 7.248 klaster. Mayoritas laporan merupakan klaster yang melibatkan sektor pendidikan,” kata Abu Hasan dalam keterangannya.
Baca Juga: Fokus Pariwisata, Malaysia Bebaskan Visa untuk Turis India dan China
Sebagian kasus dialami mereka yang berusia 20-40 tahun dengan 98 persen menunjukkan gejala ringan. Tingkat penerimaan pasien Covid-19 ke fasilitas kesehatan meningkat 2% persen ME46/2023 menjadi 2,9 persen per 100 ribu penduduk selama ME47/2023.
Pasien yang dirawat di ICU sebesar 0,4 persen sedangkan tempat tidur non-kritis sebesar 0,9 persen. Total ada sebanyak 28.102 kasus kumulatif Covid-19 yang dikategorikan sebagai variants of concern (VoC) sebanyak 27.297 kasus dan variants of interest (Vol) sebanyak 805 kasus.
Sebelumnya diberitakan, Kementerian Kesehatan Singapura mengungkap jumlah infeksi COVID-19 meningkat menjadi 22.094 dalam sepekan selama 19-25 November. Angka tersebut naik dua kali lipat dari pekan sebelumnya yang tercatat sebanyak 10.726 kasus.
“Rata-rata kasus rawat inap dan ICU harian akibat COVID-19 tetap stabil,” tambah pihak kementerian seperti diberitakan oleh Channel News Asia.
Meski demikian, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik dr Siti Nadia Tarmizi, M.Epid mengatakan saat ini tidak ada larangan untuk bepergian. Namun, dirinya mengingatkan untuk menggunakan masker. “Tidak ada. Tetap waspada saja kalau sakit pakai masker,” ujar dr. Nadia, Senin (4/12/2023).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: The Star, Channel News Asia, Bloomberg








