BATAM (gokepri.com) – Anggota Komisi III DPRD Batam, Suryanto, mengatakan bahwa penambahan 40 unit bin kontainer bukan solusi utama dalam mengatasi permasalahan sampah di Kota Batam. Ia menilai langkah tersebut hanya bersifat sementara dan tidak menyelesaikan akar masalah.
Menurutnya, pengelolaan sampah di Batam membutuhkan pendekatan yang lebih konkret dan menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir.
“Bin kontainer memang bisa membantu mengurangi sampah yang berserakan di jalan, tetapi itu bukan solusi jangka panjang. Diperlukan penanganan yang lebih komprehensif, termasuk pembangunan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) permanen di lokasi-lokasi strategis,” ujar Suryanto, Jumat (28/3/2025).
Baca Juga: Wali Kota Amsakar Serahkan 40 Bin Kontainer, Komitmen Tangani Sampah di Batam
Suryanto juga menyoroti kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Telaga Punggur yang sudah melampaui kapasitas. Berdasarkan kajian yang ada, TPA tersebut tidak lagi mampu menampung sampah.
“TPA di Telaga Punggur sudah limit dan tidak mampu lagi menampung sampah. Pemerintah harus segera mencari solusi untuk mengatasi permasalahan ini,” tegasnya.
Ia menyarankan agar lahan-lahan yang tidak produktif bisa dialokasikan untuk pembangunan TPS di berbagai titik di Batam.
“Jika kendalanya adalah ketersediaan lahan, maka alokasi lahan yang tidak produktif bisa dijadikan solusi untuk mendirikan TPS di berbagai lokasi,” katanya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam pengelolaan sampah. Menurutnya, pihak ketiga bisa dilibatkan untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih efisien dan berkelanjutan.
“Nah, tinggal political will dari pemerintah, apakah mereka benar-benar serius untuk mengatasi masalah ini atau tidak,” ujarnya.
Sebelumnya, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyerahkan 40 unit bin kontainer di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Telaga Punggur, Kamis (27/3/2025). Langkah ini bertujuan meningkatkan pengelolaan sampah di Batam, terutama menjelang Lebaran.
“40 bin kontainer diserahkan ke 8 kecamatan di Batam, minus Bengkong karena sudah lengkap. Ini adalah langkah awal kami bersama DPRD Batam untuk meningkatkan sistem pengelolaan sampah di Batam,” ujar Amsakar.
Selain bin kontainer, Pemko Batam juga menyalurkan peralatan tambahan seperti bulldozer dan amrol guna mendukung pengelolaan sampah yang lebih optimal.
Amsakar menegaskan pentingnya peran camat, lurah, RT, dan RW dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama setelah Lebaran, saat volume sampah biasanya meningkat.
“Volume sampah selalu meningkat sebelum maupun setelah Idulfitri, dan kami mendorong camat, lurah, RT, dan RW di masing-masing wilayah untuk lebih aktif serta menyebarkan kesadaran akan pentingnya kebersihan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









