Batam (GoKepri.com) – Petugas sensus Registerasi Sosial Ekonomi 2022 penuh perjuangan. Mereka mengalami pengalaman yang kurang nyaman selama bekerja mendatangi rumah ke rumah.
Kepala BPS Kota Batam Rahmad Iswanto mengatakan banyak kendala di lapangan yang dihadapi oleh petugas sensus saat melakukan pendataan Regsosek 2022.
“Banyak masyarakat yang tak merespons atau tak mau didata atau menolak. Apalagi orang-orang kaya, kalau masyarakat menengah ke bawah justru welcome,” kata Rahmad saat ditemui di bilangan Batam Center baru-baru ini.
Rahmad mengatakan banyak pula petugas sensus yang sakit akibat cuaca yang tak menentu di Batam sampai yang paling parah petugas sensus yang digigit anjing saat sedang melakukan pendataan. “Ada beberapa kasus di Nongsa, Batam Kota juga petugas kami yang digigit anjing,” kata dia.
Meski begitu ia optimis, pendataan Regsosek 2022 oleh petugas di lapangan mampu tercapai hingga batas akhir kegiatan yakni 14 November 2022. Ia juga mengimbau agar masyarakat ikut terlibat dalam proses pendataan tersebut.
“Masih ada waktu sekitar 20 hari lagi. Ya, masyarakat harus mendukung pelaksanaan Regsosek ini. Sebab, Regsosek ini untuk masyarakat sendiri untuk pergantian DTKS misalnya,” kata dia.
Ia mengatakan masyarakat tak perlu khawatir atau pun menolak jika ada petugas Regsosek yang datang langsung. Masyarakat hanya perlu menyampaikan data kuesioner yang akurat sesuai kondisi keluarga yang bersangkutan.
Data yang diberikan oleh masyarakat, kata dia, akan membantu pemerintah dalam hal pendistribusian bantuan dan lainnya.
“Ini juga untuk data base membangun bantalan sosial yang nanti akan digelontorkan Pemerintah di tahun depan jadi database-nya akan beralih dari DTKS ke Regsosek jadi data itu terbarukan,” kata dia.
Baca Juga: Capaian Regsosek di Batam Sudah 40 Persen
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis: Engesti









