Batam (gokepri) – Biaya hidup di Jakarta masih jauh lebih murah jika dibanding dengan negara tetangga, Singapura. Survei The Economist menunjukkan pada 2023 Singapura merupakan kota dengan biaya hidup paling mahal sedunia, disusul Zurich dan Jenewa.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Survei Biaya Hidup (SBH) terbaru. Jakarta menjadi kota dengan biaya hidup termahal di Indonesia. Di urutan pertama ada DKI Jakarta dengan nilai konsumsi rata-rata rumah tangga Rp14,88 juta. “Biaya tersebut meningkat dibanding SBH 2018 yakni Rp13,4 juta,” ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini di Jakarta, Selasa (12/12/2023).
Selanjutnya, Kota Bekasi berada di peringkat kedua wilayah dengan biaya termahal, yakni biaya hidup rumah tangga per bulan sebesar Rp14,3 juta. Angka ini lebih tinggi dibanding saat SBH 2018, yakni Rp13,6 juta.
Baca Juga: Batam Kota dengan Biaya Hidup Termahal di Sumatera
Urutan ketiga ialah Surabaya dengan biaya rumah tangga per bulan Rp13,3 juta, lebih tinggi dari sebelumnya Rp11,9 juta. Kota Batam ada di peringkat 9 dengan biaya rumah tangga per bulan sebesar Rp10 juta, naik dari 2018 yang sebesar Rp9,1 juta.
Biaya hidup memperhitungkan tarif listrik, pulsa ponsel, harga sewa tempat tinggal, bensin, minyak goreng, bahan makanan, susu, dan lainnya.
Bagaimana posisi Jakarta dibandingkan kota-kota besar di Asia? Apakah juga menjadi yang termahal?. Biaya hidup di Jakarta masih lebih murah ketimbang kota-kota besar di negara tetangga. Singapura, contohnya.
Singapura adalah negara-kota (city-state) sehingga walau berstatus sebagai negara berdaulat, Negeri Singa punya ukuran mini sehingga layak disebut kota.
Berdasarkan kajian Economist Intelligence Unit (IEU), Singapura malah menjadi kota termahal di dunia pada 2023. Posisi serupa juga diduduki Singapura pada tahun sebelumnya.
Sepanjang 11 tahun terakhir, Singapura sudah 9 kali menjadi kota termahal dunia, menurut riset IEU.
Pada 2023, indeks kemahalan Singapura tercatat 104. Sama dengan Zurich (Swiss) di posisi kedua. Jenewa (Swiss) dan New York (Amerika Serikat/AS) berada di posisi 3 dan 4 dengan indeks masing-masing 100.
Mengutip riset BBCIncorp, pendapatan warga lajang di Singapura berada di kisaran SGD3.000-4.000 (Rp34,88-Rp46,51 juta) per bulan. Namun untuk hidup nyaman, biaya yang harus dikeluarkan bisa mencapai SGD6.000-8.000 atau setara Rp69,76 hingga Rp93,02 juta setiap bulannya.
Contoh, biaya sewa rumah memakan anggaran paling besar. Biaya sewa untuk apartemen dengan 1 kamar di pusat kota adalah sekitar SGD2.500 (Rp29,07 juta) per bulan. Sementara kebutuhan sehari-hari dan makan malam di luar biayanya berkisar SGD300-600 (Rp 3,49-6,98 juta).
“Sebagai tambahan, biaya transportasi (umum dan beberapa kali naik taksi) berkisar SGD100-200 (Rp 11,63-23,25 juta). Biaya hidup lainnya adalah untuk utilitas, kesehatan, dan hiburan,” papar riset BBCIncorp.
Versi Mercer, Hong Kong Paling Mahal
Kemudian di riset lembaga lain yaitu Mercer, ada kota lain di Asia yang berstatus kota termahal di dunia yaitu Hong Kong. Di riset Mercer, Singapura berada di peringkat kedua.
Berdasarkan catatan Numbeo, biaya hidup untuk satu keluarga beranggotakan 4 orang di Hong Kong adalah HKD31.625,8 (Rp63,27 juta) per bulan, di luar biaya sewa rumah. Untuk lajang, biaya hidup diperkirakan HKD8.902,6 (Rp17,81 juta), belum termasuk sewa rumah.
Harga sewa apartemen dengan 1 kamar di Hong Kong adalah HKD17.583,33 (Rp35,18 juta) per bulan untuk di pusat kota. Di luar pusat kota, harganya lebih murah yakni HKD12.884,62 (Rp25.78 juta).
Sedangkan harga sewa apartemen dengan 3 kamar di pusat kota Hong Kong adalah HKD35.257,14 (Rp70,54 juta) per bulan. Di luar pusat kota, harganya HKD23.621,21 (Rp47,26 juta per bulan).
Sebagai informasi, riset Mercer menempatkan Jakarta di posisi 151 kota termahal dunia. Lebih murah ketimbang kota-kota Asia lainnya seperti Mumbai (India), Kaohsiung (Taiwan), Manila (Filipina), Phnom Penh (Kamboja), Kuwait City (Kuwait), Muscat (Oman), Doha (Qatar), Taichung (Taiwan), sampai Wuhan (China).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: Bloomberg








