PENEMBAKAN HAJI PERMATA: Setelah Jenazah Bos Dibawa Perahu Kayu

Penembakan haji permata
Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Batam Masrur Amin (kanan) memberikan keterangan pers di rumah duka Haji Permata, Perumahan Bella Vista, Batam Centre, Sabtu (16/1/2021). (Foto: gokepri/eri)

Batam (gokepri.com) – Pengusaha Batam dan tokoh masyarakat Jumhan alias Haji Permata tewas di tangan aparat. Memantik sentimen komunitas masyarakat Sulawesi Selatan di Batam dan beberapa wilayah.

Gema tahlil dan tangisan membahana di Pelabuhan Rakyat, Tanjungsengkuang, Batuampar, Kota Batam, begitu jenazah Haji Permata alias Jumhan tiba di sana saat magrib, Jumat pekan lalu.

“La ilaha illallah, la ilaha illallah,” sambut para masyarakat yang menyambut jenazah Haji Permata. Mereka menangisi kepergian tokoh masyarakat itu dengan kalimat tahlil. Air mata meluncur bebas dari ratusan orang. Mereka tak menyangka kabar duka bahwa Haji Permata tewas karena tertembak.

HBRL

Ketua Paguyuban Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kota Batam, Masrur Amin. Terlihat juga anggota DPRD Batam Yunus Muda, Lurah Tanjung Sengkuang Yanuar Pribadi, keluarga Haji Permata, dan juga ada aparat kepolisian.

Jenazah mantan Ketua Paguyuban KKSS itu sampai di Batam pukul 18.27 WIB, dibawa dengan mengunakan kapal kayu. Tiba di pelabuhan, jenazah langsung dibawa menggunakan mobil ambulance.

“Jenazah almarhum langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri,” kata Ketua KKSS Kota Batam Masrur Amin di lokasi kepada awak media.

Jenazah Haji Permata dibawa sendiri oleh anak buahnya dengan perahu kayu. Masalah ini memantik emosi KKSS selain ihwal penembakan.

Ratusan masyarakat menjemput jenazah Haji Permata di Pelabuhan Rakyat, Tanjungsengkuang, Kecamatan Batuampar, Kota Batam, Jumat (15/1/2021). (Foto: gokepri/eri)

Sehari setelah jenazah tiba, suasana duka masih menyelimuti KKSS. Dua keterangan tertulis dari Bea dan Cukai pada hari Sabtu 16 Januari sampai ke telinga KKSS. Keterangan mengutip dari Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga Syarif Hidayat.

Bea dan Cukai dalam keterangan itu menyebut Haji Permata dan anak buahnya menyerang aparat sehingga petugas terdesak hingga melepas tembakan demi membela diri.

“Saudara-saudara kami bukannya hanya di Batam tapi juga di Tembilahan, Jambi dan dari mana-mana mau turun,” kata Masrur.

KKSS membela almarhum. Mereka menuding perlakuan aparat setelah menembak Haji Permata membuat keluarga dan KKSS emosi. Apalagi banyak keterangan Bea dan Cukai yang tidak sesuai dengan kesaksian anak buah Haji Permata terutama soal Haji Permata melompat ke kapal patroli.

“Sudah menembak tokoh kami, jenazahnya dicampakkan begitu saja, tidak diurus, tidak diantar ke rumah,” sebut Ketua KKSS Masrur Amin di rumah duka tadi malam. “Kalau datang mungkin bisa melegakan kami semuanya,” sambung dia.

Terbakar sentimen, KKSS berniat menggelar aksi demo. KKSS awalnya akan mengerahkan ribuan massa dari seluruh cabang organisasinya di seluruh kecamatan Kota Batam tapi mempertimbangkan pandemi.

Namun jadwal aksi sudah disiapkan. Surat pemberitahuan dilayangkan Senin 18 Januari dan Rabu mereka akan turun dengan jumlah massa sekitar puluhan orang.

KKSS mempertanyakan rentetan kejadian sebelum penembakan hingga jenazah sampai ke Batam. “Kenapa terjadi penembakan brutal, kenapa jenazah tidak diserahkan ke keluarga,” kata Masrur.

KKSS rapat hari ini. Para petinggi dan tokoh KKSS akan menghadap ke Bea dan Cukai untuk berargumentasi ihwal peristiwa penembakan. Mereka mempersiapkan setidaknya 50 tokoh untuk menuntut penjelasan dari Bea dan Cukai.

Pasalnya, menurut keterangan saksi dari anak buah Haji Permata, berbeda dengan keterangan Bea dan Cukai.

KKSS tidak terima Haji Permata ditembak mati. Aparat dituding tidak memberikan tembakan peringatan dan tidak menembak untuk melumpuhkan.

Selain unjuk rasa, KKSS sudah melaporkan kasus ini ke Polda Kepri. Masrur Amin sendiri yang mendampingi pelapor dan dua orang saksi Minggu dini hari sampai jam 2 malam. Penyidik Polda, menurut Masrur, sudah membuat BAP. Dua saksi, seperti dikutip ulang oleh Masrur, menyatakan Haji Permata tidak melompat ke kapal patroli BC.

KKSS menuntut aparat yang menembak Haji Permata diproses hukum termasuk Kepala Bea dan Cukai, komandan kapal patroli dan siapa yang memberi diskresi penembakan.

“Kami membentuk tim investigasi dan segera mengambil sikap lagi,” kata Masrur.

Menurut Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga Bea dan Cukai Syarif Hidayat, bentrok dengan kapal Haji Permata mereda setelah petugas yang di atas HSC memberikan tembakan peringatan lanjutan ke arah atas dan bantuan dari dua kapal patroli Bea Cukai lainnya.

Setelah situasi lebih kondusif, satgas berupaya mencari dan menyelamatkan awak kapal HSC yang sebelumnya terjun ke air, namun tidak mendapatkan hasil.

“Satgas patroli laut Bea Cukai kemudian membawa dua unit HSC tanpa awak berisi rokok ilegal yang jumlahnya lebih dari 7,2 juta batang dengan potensi kerugian negara sebesar Rp 7,6 miliar ke Tanjung Balai Karimun,” demikian Syarif.

(Eri)

|Baca Juga: Maut Menjemput di Sungai Bela

Pos terkait