Batam (gokepri.com) – Kasus Covid-19 di Kota Batam masih terus bertambah setiap harinya dan menimpa segala usia. Data Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam selama sepekan, 1 sampai 7 Juni, tercatat penambahan 732 kasus baru Covid-19. Dari jumlah tersebut, 40 di antaranya adalah anak, terdiri dari usia 0-5 tahun sebanyak 15 anak, usia 6-11 tahun 8 anak, dan usia 12-16 tahun 17 anak.
Pada tanggal 1 Juni, tercatat 184 anak usia 0-5 tahun, 218 anak usia 6-11 tahun, dan 219 anak usia 12-16 tahun terkonfirmasi Covid-19. Pada 7 Juni jumlah anak terkonfirmasi Covid-19 bertambah menjadi 199 anak usia 0-5 tahun, 226 anak usia 6-11 tahun, dan 236 anak usia 12-16 tahun.
“Data ini merupakan hasil pemeriksaan swab oleh Tim Analis Laboratorium BTKL PP dan RSKI Covid-19 Galang berdasarkan hasil temuan kasus baru dan tracing,” kata Ketua Bidang Kesehatan Gugus Tugas Covid-19 Batam, Didi Kusmarjadi, dalam keterangan tertulisnya.
Sementara itu per 7 Juni, total kasus positif Covid-19 di Batam tercatat 10.101 kasus. Sebanyak 8.926 di antaranya sembuh, 955 sedang dirawat, dan 220 meninggal dunia termasuk 3 anak berusia 0-5 tahun.
Prof. Cissy Kartasasmita, Sp.A (K), M.Sc, Guru Besar FK Unpad dan dokter spesialis anak, dalam kesempatan terpisah, Sabtu (5/6) mengatakan, menurut referensi jurnal medis terpercaya yang ada, risiko anak untuk terinfeksi dan sakit akibat Covid-19 sangat rendah. Kalaupun tertular tidak bergejala ataupun pada umumnya ringan. Meski begitu, Prof. Cissy menyebutkan bahwa tidak menutup kemungkinan kalau pasien anak ada yang bergejala berat, masuk ICU, hingga sampai meninggal dunia akibat Covid-19.
“Biasanya karena memiliki penyakit lain sebelumnya seperti komorbid atau kurang gizi. Fatalitas di negara lain sebenarnya cukup rendah meski dalam hasil studi di Indonesia kita tinggi,” ujarnya.
Meski data-data menunjukkan kasus Covid-19 pada anak biasanya tidak bergejala, orang tua perlu terus menjaga anak-anak mereka agar tidak tertular Covid-19. Khawatirnya apabila anak-anak dengan penyakit penyerta seperti jantung, ginjal, TBC, asma, memperburuk kondisinya apabila tertular Covid-19.
“Protokol kesehatan harus dijalankan dengan ketat untuk menjaga anak-anak tidak tertular Covid-19. Orang tua harus berperan dengan mengajarkan anak-anak mereka cara menjaga diri dengan baik. Perlu diberikan contoh seperti misalnya, tidak dibawa ke kerumunan seperti ke pusat perbelanjaan, piknik, atau ke restoran yang banyak orangnya,” jelas Prof. Cissy.
Selain itu Prof. Cissy juga menekankan agar terus mempertahankan daya tahan tubuh anak-anak dengan mencukupi kebutuhan makanan bergizi seimbang, minum air putih yang cukup, istirahat yang cukup, olahraga secara teratur dan cek serta lengkapi imunisasinya.
“Kalau perlu siapkan jadwal kegiatan harian untuk anak usia sekolah dasar. Kalau sudah remaja, kontrol dan tanyakan kegiatan hariannya, ini penting untuk mempersiapkan mereka saat nanti pembelajaran tatap muka dibuka kembali, agar disiplin protokol kesehatan dari rumah sampai
sekolah nanti,” tutup Prof. Cissy. (zak)









