Sederhana tapi Luar Biasa Penting, Cuci Tangan pakai Sabun

Hari Cuci Tangan pakai Sabun
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mencuci tangan pakai sabun ketika mengunjungi Nongsa Point Marina, 2020. (Foto: istimewa)

Batam (gokepri.com) – Jangan anggap sepele cuci tangan pakai sabun. Menurut WHO, kebiasaan ini bisa menurunkan tingkat kematian infeksi pernapasan sampai 25 persen dan diare 50 persen. Kebiasaan saat pandemi yang mesti kita jaga seterusnya.

Jumat 15 Oktober 2021 diperingati sebagai Hari Cuci Tangan dengan Sabun Sedunia.

Cuci tangan pakai sabun menggunakan air mengalir ini sudah disosialisasikan dan dilaksanakan jauh sebelum munculnya pandemi COVID-19, pada Maret 2020.

Kalau menengok kilas balik ditetapkannya, HCTPS Sedunia, pada 15 Oktober 2008, bermula dari adanya wabah penyakit infeksi saluran pernafasan dan diare.

Gerakan massal yang sederhana pada saat ini, yakni cuci tangan pakai sabun menggunakan air mengalir, ternyata dapat menurunkan tingkat kematian akibat penyakit infeksi saluran pernafasan sampai 25 persen serta menurunkan kematian akibat penyakit diare sampai 50 persen.

Kemudian, Kemitraan Cuci Tangan Global atau “Global Handwashing Partnership” (GHP) pada Pekan Air Dunia (Annual World Water Week) tahunan di Stockholm, Swedia, Agustus 2008, memprakarsai pencanangan “Hari Cuci Tangan Pakai Sabun” (HCTPS) Sedunia.

Kampanye global Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) itu didedikasikan guna meningkatkan kesadaran masyarakat dunia, mencuci tangan pakai sabun sebagai faktor kunci dalam pencegahan penyakit. Kampanye tersebut terus bergulir ke banyak negara di dunia.

Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) melalui Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kemudian menetapkan “Hari Cuci Tangan Pakai Sabun” pada 15 Oktober 2008, yang juga diperingati sebagai “Tahun Sanitasi Internasional”. Sejak saat itu, setiap tanggal 15 Oktober, diperingati sebagai HCTPS

CTPS dengan mencuci seluruh bagian permukaan telapak tangan dan punggung tangan sampai pada sela-sela semua jari-jari, dapat menyingkirkan patogen, yakni bakteri, virus dan mikroorganisma lainnya.

Enam langkah CTPS yang direkomendasikan oleh WHO yakni:

1. Basahi tangan, gosok sabun pada telapak tangan kemudian usap dan gosok kedua telapak tangan secara lembut dengan arah memutar.
2. Usap dan gosok juga kedua punggung tangan secara bergantian.
3. Gosok sela-sela jari tangan hingga bersih.
4. Bersihkan ujung jari secara bergantian dengan posisi saling mengunci.
5. Gosok dan putar kedua ibu jari secara bergantian.
6. Letakkan ujung jari ke telapak tangan kemudian gosok perlahan. Bilas dengan air bersih dan keringkan.

Program Officer Promosi Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Dr Ir Chandra Rudiyanto, MPH mengatakan, CTPS merupakan perilaku sederhana, tapi memiliki dampak luar biasa dalam pencegahan penyakit menular.

Dampak positif ini perlu terus dikampanyekan kepada seluruh lapisan masyarakat agar semua tahu manfaat nyata CTPS secara rutin. Apalagi, pada kondisi pandemi COVID-19 saat ini.

Menurut Chandra Rudiyanto, pada peringatan HCTPS tahun 2021, Kementerian Kesehatan, menampilkan tema, “Masa Depan Kita di Tangan Kita-Mari Beraksi Bersama untuk Membuat CTPS Nyata bagi Semua”, dengan tagline “Cuci Tangan Pakai Sabun Budaya Kita”.

Untuk menyemarakkan peringatan HCTPS tahun 2021, Kementerian Kesehatan RI melalui Kelompok Kerja Cuci Tangan Pakai Sabun, mengadakan sejumlah agenda kegiatan, di antaranya lomba foto dan video CTPS.

Kementerian Kesehatan bersama Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) juga membuat agenda kegiatan pemecahan rekor MURI Gerakan Disiplin Protokol Kesehatan di Lokasi Terbanyak.

Kegiatan tersebut diawali dengan edukasi cuci tangan pakai sabun dan pemakaian masker melalui pembuatan video yang dilakukan oleh masyarakat umum.  (can)

|Baca Juga: Sinarmas Land Latih Karyawan Cara Cuci Tangan yang Benar

BAGIKAN