BATAM (gokepri) – Sandiaga Uno, nama yang tak asing lagi di dunia bisnis Indonesia. Namanya kembali menjadi perbincangan karena tercatat sebagai menteri ‘terkaya’ dalam Kabinet Presiden Jokowi.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dirilis oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kekayaan Sandiaga Uno mencapai Rp10,6 triliun.
Lantas, apa yang membuat Sandiaga Uno bisa menjadi sosok pengusaha yang sangat sukses dan terkaya di Indonesia?
Sandiaga Uno lahir dan tumbuh di Riau dan Jakarta. Namun, pendidikan tingginya ditempuh di George Washington University dan Wichita University di Amerika Serikat. Kariernya diawali di Singapura dan Kanada. Namun, krisis moneter di Indonesia pada 1997 membuat perusahaan tempatnya bekerja bangkrut. Ia pun memutuskan untuk pulang ke Tanah Air.
Dengan jejaring yang baik dengan perusahaan serta lembaga keuangan dalam dan luar negeri, Sandiaga Uno sukses menjalankan sejumlah bisnis.
Berikut adalah beberapa bisnis yang sempat dirinya kelola:
1. PT Saratoga Investama
Sandiaga Uno bersama Edwin Soeryadjaya mendirikan perusahaan investasi bernama PT Saratoga Investama Sedaya. Perusahaan ini sukses melakukan investasi di sektor industri energi, logam berharga, dan infrastruktur. Beberapa investasi yang dilakukan oleh Saratoga Investama Sedaya adalah PT Adaro Energy Tbk., PT Tower Bersama Infrastructure Tbk., dan PT Merdeka Copper Gold Tbk. saham ketiga perusahaan tersebut tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan total kapitalisasi pasar lebih dari USD12 miliar pada tahun 2021. Saratoga juga sedang fokus melakukan investasi di sektor layanan kesehatan, jasa keuangan, teknologi digital dan produk konsumer.
2. Rumah 123
Rumah123.com adalah perusahaan teknologi asal Indonesia yang bergerak di bidang jual beli properti dan didirikan pada tahun 2007 oleh Sandiaga Uno. Kepemilikan marketplace properti ini kemudian berpindah kepada iProperty Malaysia pada tahun 2011. “Pada tahun 2017, iProperty Malaysia dibeli oleh REA Group Australia sekaligus mengambil alih aset-aset yang dimiliki oleh Rumah123.com,” katanya pada Maret 2020.
3. Recapital Advisors
Mengutip Bloomberg, Recapital merupakan perusahaan yang bergerak di bidang investasi dan jasa penasihat keuangan. Melalui anak usahanya Recapital juga bergerak di bidang lain, seperti asuransi jiwa dan layanan perbankan. Recapital didirikan tahun 1997 dan kini merupakan anak usaha dari PT Renaissance Capital Asia. Kantornya beralamat di Gedung Recapital lantai 10-11 di Jalan Adityawarman Kavling 55, Jakarta Selatan. Sayangnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencabut izin usaha Asuransi Recapital setelah sebelumnya yang bersangkutan dikenakan sanksi pembatasan kegiatan usaha (PKU) pada 2020.
Dalam pengumuman resmi OJK, dikatakan bahwa Asuransi Recapital tidak memenuhi ketentuan tingkat solvabilitas atau risk based capital (RBC) minimal sebesar 12 persen.
***
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Baca Juga: Syuting Film di Indonesia Butuh Biaya Besar, Sandiaga Wacanakan Insentif
Penulis: Candra Gunawan









