RoRo Batam-Johor Segera Dibuka, Waspada Potensi Kejahatan Lintas Negara

Pelabuhan Bintang 99 dimana
Uji coba sandar KM Kelud di dermaga Pelabuhan Bintang 99 Persada, Batu Ampar, Batam. Foto: BP Batam

BATAM (gokepri) – Jalur penyeberangan RoRo Batam-Johor Bahru segera dibuka untuk mendongkrak ekonomi. Namun, pemerhati kepolisian mengingatkan perlunya kewaspadaan Polri, khususnya Polda Kepri.

Pemerhati kepolisian, Poengky Indarti, mengingatkan peran penting Polda Kepulauan Riau untuk mencegah rute ini menjadi pintu masuk baru bagi tindak kejahatan seperti perdagangan orang (TPPO) dan penyelundupan narkoba.

“Sudah pasti kehadiran RoRo Batam-Johor mewajibkan Polri, khususnya Polda Kepri, untuk bersiap diri,” kata Poengky di Batam, Rabu (30/7/2025).

Mantan Komisioner Kompolnas itu menyarankan Polda Kepri menjalin kerja sama Police to Police (P to P) yang lebih erat dengan Kepolisian Diraja Malaysia, terutama Kepolisian Johor Bahru. Ia menyebut, sebelumnya kedua belah pihak sudah memiliki kerja sama yang solid dalam isu buruh migran ilegal, terorisme, dan narkoba.

Menurut Poengky, Polda Kepri juga perlu meningkatkan patroli di tempat penyeberangan untuk mencegah TPPO dan penyelundupan. Kepolisian juga diharapkan bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk memantau keamanan wilayah melalui penggunaan CCTV di daerah rawan kejahatan. Selain itu, Poengky menyoroti pengawasan lalu lintas, mengingat SIM dari negara-negara ASEAN sudah berlaku.

Secara terpisah, Pelaksana Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya (Pensosbud) KJRI Johor Bahru, Erry Kenanga, mengatakan realisasi RoRo Batam-Johor terus didorong selama dua tahun terakhir. Ia menyebut rute penyeberangan di Batam akan berlokasi di Pelabuhan Bintang 99.

Erry menambahkan, rencana RoRo juga sempat dibahas dalam pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim beberapa waktu lalu. “Presiden RI dan PM Malaysia sudah melakukan pembicaraan secara bilateral dan salah satu topik yang diangkat terkait RoRo ini,” ujarnya.

Ia mengakui, selain mendongkrak perekonomian kedua negara, pembukaan RoRo ini perlu diantisipasi potensi kejahatan yang mungkin terjadi. “Dampak yang lain (TPPO dan penyeludupan) akan ada, dan sudah ada sebelum adanya RoRo. Yang perlu dilakukan adalah pencegahan,” kata Erry.

Sebelumnya, PT ASDP Indonesia Ferry menargetkan rute Batam-Johor dapat dibuka pada semester kedua tahun 2025. Prosesnya kini sedang digenjot oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves). Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Heru Widodo menyebut, pembukaan rute ini membutuhkan sinergi banyak pihak, termasuk aparat kepolisian. ANTARA

Baca Juga: Pelabuhan Bintang 99 Persada Jadi Pintu Roro Internasional Batam-Johor

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait