Pelabuhan Bintang 99 Persada Jadi Pintu Roro Internasional Batam-Johor

Kapal Roro Batam Bintan
Terminal Feri Telaga Punggur, Kota Batam. (Foto: PT ASDP)

BATAM (gokepri) – PT ASDP siap membuka rute internasional dari Batam ke Johor Bahru. Penyeberangan RoRo akan dilayani melalui Pelabuhan Bintang 99 Persada. Masih menunggu restu pusat.

PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Batam, Kepulauan Riau (Kepri), melaporkan bahwa rute internasional penyeberangan RoRo Batam-Johor Bahru, Malaysia, akan melalui Pelabuhan Bintang 99 Persada di Batu Ampar.

General Manager ASDP Batam, Hermin Welkis, mengatakan pihaknya telah melakukan survei teknis ke pelabuhan tujuan di Johor, yakni Tanjung Belungkor Ferry Terminal. “Sempat dilakukan survei beberapa bulan lalu ke pelabuhan di Johor, tepatnya di Tanjung Belungkor. Rute ini nantinya akan terhubung dengan Pelabuhan Bintang 99 Persada di Batam,” kata Hermin di Batam, Senin (26/5/2025).

Hermin menjelaskan, saat ini pihaknya masih menunggu arahan lebih lanjut dari kantor pusat ASDP maupun pemerintah pusat terkait kapan rute internasional ini bisa mulai beroperasi. “Wewenangnya di pusat. Jadi untuk keputusan final, itu ada di sana. Kami hanya menyiapkan dari sisi teknis dan survei di lapangan,” ujarnya. Survei dilakukan untuk melihat kesiapan pelabuhan dari sisi fasilitas pendukung dan potensi permintaan pengguna jasa.

Hermin juga menambahkan bahwa ASDP telah berkoordinasi dengan BP Batam dan sejumlah pihak terkait, meskipun belum menghasilkan keputusan waktu pelaksanaan. Sebelumnya, PT ASDP Indonesia Ferry menargetkan rute Batam-Johor dapat dibuka pada semester kedua tahun 2025. Pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) juga mendorong percepatan pembukaan jalur ini (23/5).

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, mengatakan rute internasional Batam-Johor ini juga sudah diminta oleh Kemenko untuk segera mempercepat prosesnya. Namun, ada beberapa hal yang masih menjadi tantangan dalam proses pembukaan rute baru ini karena bersentuhan dengan beberapa kebutuhan pemangku kepentingan. “Yang pertama adalah masalah hubungan antarnegara atau government to government di mana di Batam ini akan melibatkan aparat kepolisian, karena di sana nanti akan ada kendaraan keluar masuk lintas negara,” jelas Heru Widodo. ANTARA

Baca Juga: Batam-Johor Segera Tersambung Roro, ASDP Targetkan Semester II 2025

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait