Batam (gokepri) – Usai sudah Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP di Batam. Ribuan calon siswa tersisih, Dinas Pendidikan menyiapkan dua solusi.
Pelaksana Tugas Harian (Plh) Sekretaris Disdik Batam, Nila Desmin mengungkapkan setidaknya ada 1.947 calon peserta didik baru tidak lolos seleksi PPDB SMPN. Hal itu karena jumlah kuota SMPN tidak sebanyak lulusan sekolah dasar negeri. Sehingga jumlah calon peserta didik yang tidak tertampung cukup banyak.
“Persoalan masih sama. Karena orang tua masih sangat terpaku pada sekolah tertentu. Seperti SMPN 3 Batam yang pernah menyabet sekolah favorit,” kata Jumat 24 Juni 2023.
Jumlah calon peserta didik baru yang tidak diterima paling banyak di Kecamatan Batu Aji yaitu 451 pendaftar, Sekupang 308 pendaftar, Batam Kota 316 pendaftar, Sagulung 256 pendaftar, Sei Beduk 229 peserta, Nongsa 212 pendaftar, Bengkong 117 pendaftar, Batu Ampar 87 pendaftar, dan Lubuk Baja sebanyak 59 pendaftar yang tersisih.
Nila menjelaskan beberapa sekolah masih mengalami kelebihan pendaftar seperti SMPN 6, SMPN 3, dan SMPN 30 Batam. Sementara beberapa sekolah masih tersisa banyak kuota seperti SMPN 20 Batam yang bisa menjadi pilihan ketika tidak diterima di SMPN 3 Batam yang berlokasi di Sekupang.
“Laporan mengenai siswa tertolak ini sudah dilaporkan kepada Plh Kepala Dinas Pendidikan Jefridin,” kata dia. Ia menjelaskan telah mengarahkan para orang tua murid itu mengisi link pengaduan dari Disdik Batam yakni https://ppdbbatam.id/pengaduan bagi anak didiknya yang belum diterima.
Laman tersebut nantinya akan merekap data siswa dan memberikan balasan ke masing-masing wali murid. Selain itu, pihaknya juga menyediakan laporan tertulis untuk para wali murid tersebut sebagai rekap sendiri milik sekolah.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, Jefridin, mengatakan, beberapa solusi yang sudah dirancang untuk menampung calon peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2023/2024. Pertama solusi yang diambil adalah menambah jumlah kursi di kelas. Saat ini sesuai ketentuan maksimal 36 orang, namun akan ditingkatkan menjadi 40 anak dalam satu kelas.
Kedua, adalah mendistribusikan anak ke sekolah yang masih memiliki kuota dan kursi. “Jadi orang tua jangan marah kalau bukan ditempatkan di sekolah lainnya,” kata dia.
Baca Juga: Ratusan Siswa Tak Lolos PPDB Tingkat SD di Batam
Penulis: Engesti









