REMPANG ECO CITY: Pemerintah Bangun Kampus Patriot, Siapkan Beasiswa untuk S2 dan S3

Penyerahan sertifikat warga rempang
Suasana penyerahan 94 sertifikat hak milik kepada warga Pulau Rempang di Batam, Selasa (12/8/2025). Pemerintah menyebut penyerahan sertifikat ini sebagai bagian dari program transmigrasi model baru. GOKEPRI/Engesti Fedro

BATAM (gokepri) – Pemerintah membangun Kampus Patriot di Rempang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) setempat. Kampus ini akan menjadi pusat pembelajaran lapangan dengan skema beasiswa penuh bagi mahasiswa S2 dan S3.

Pemerintah melalui Kementerian Transmigrasi akan menyiapkan beasiswa penuh untuk jenjang S2 dan S3 mulai tahun depan. Syaratnya, para penerima beasiswa harus menetap dan ikut serta membangun komunitas di Tanjung Banun, Rempang.

“Kami tidak ingin SDM unggul hanya berkumpul di Jawa. Mereka harus hadir di sini, berinteraksi dan membantu warga,” kata Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara di Batam, Selasa, 12 Agustus 2025.

HBRL

Menurut Iftitah, pembangunan di Rempang bukan sekadar relokasi, melainkan transformasi kehidupan. “Setelah pindah, mau ngapain? Kami siapkan SDM, pekerjaan, dan pendampingan agar warga bisa berkembang bersama,” ujarnya.

Sebelum kampus resmi beroperasi, sebanyak 70 peneliti dari berbagai universitas seperti UNDIP, ITB, UGM, UI, UNAIR, dan UMRAH akan turun ke Rempang pada akhir Agustus ini. Mereka bertugas memetakan potensi kawasan lewat riset di bidang perikanan, hortikultura, dan pariwisata.

Pembangunan di Rempang akan berbasis riset. “Kami ingin tahu apa yang cocok ditanam di tanah ini supaya bisa produktif. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Kemenparekraf untuk membuat spot wisata menarik,” kata Iftitah.

Kampus Patriot dirancang sebagai pusat pembelajaran lapangan dengan sistem hybrid. Mahasiswa akan kuliah daring dari universitas ternama, tetapi praktik lapangannya langsung dilakukan di tengah masyarakat.

Selain di Rempang, model Kampus Patriot juga akan dikembangkan di tiga wilayah lain. Daerah tersebut adalah Sulawesi Barat, Papua Selatan, dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Model ini merupakan bagian dari sistem transmigrasi baru yang berbasis pendidikan, riset, dan keterlibatan langsung dengan masyarakat.

Pemerintah juga terus membangun fasilitas dasar, antara lain 200 rumah siap huni, pematangan lahan 5 hektare, sarana air bersih, sekolah, 14 perahu tangkap 5 GT, rumah produksi pengolahan ikan, dermaga tambahan, dan cold storage. Selain itu, pemerintah menyiapkan ruang terbuka hijau serta program pelatihan dan pendampingan usaha.

Baca Juga: Menteri Transmigrasi Serahkan Sertifikat Hak Milik kepada Warga Rempang

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait