Ratusan Ponsel Xiaomi Produksi Satnusa Dicuri, Karyawati dan Penadah Ditangkap

satnusa persada
Karyawati PT Satnusa Persada ditangkap polisi karena mencuri ratusan ponsel produksi Satnusa. Foto: inews

BATAM (gokepri) – Seorang karyawati PT Satnusa Persada Batam nekat mencuri ratusan ponsel yang diproduksi perusahaan perakitan ponsel pintar tersebut. Dua orang lain sebagai penadah ditangkap.

Kanit Tipiter Sat Reskrim Polresta Barelang Iptu Dodi Setiawan membenarkan kasus pencurian ini. “Setelah kami selidiki kasus pencurian gawai di PT Sat Nusapersada, kami amankan tiga orang yang terlibat” kata Dodi melalui pesan WhatsApp, Sabtu (15/6/2024).

Baca:

Pencurian ini terungkap dari laporan manajemen perusahaan yang curiga beberapa unit ponsel yang belum dipasarkan namun sudah dijual. Berdasarkan laporan perusahaan, 140 gawai atau ponsel hilang.

Kasusnya terungkap pada 29 Mei 2024 setelah seorang karyawan baru hendak mendaftarkan handphone Xiaomi Poco X6 5G miliknya ke perusahaan. Karena aturan PT Sat Nusapersada, setiap karyawan wajib mendaftarkan ponsel milik mereka ke perusahaan.

Namun upaya karyawan baru meregistrasi ponsel miliknya selalu gagal. Hal ini kemudian memunculkan kecurigaan jika ponsel tersebut merupakan milik perusahaan yang belum dikemas atau dikirimkan ke pemesan.

Perusahaan yang sudah curiga, lalu memgecek IMEI ponsel tersebut. Ternyata benar, alat komunikasi yang diregistrasikan oleh karyawan baru itu masih terdaftar sebagai milik PT Sat Nusapersada.

Karyawan tersebut (pemilik handphone) mengaku bahwa ponsel itu baru dibeli dari seseorang melalui marketplace Facebook. Kemudian, pihak perusahaan mengecek jumlah ponsel yang hilang. Mereka juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menelusuri kasus pencurian tersebut. Berdasarkan audit, diperkirakan ada 143 unit hape yang hilang dari merek yang sama tapi tipe berbeda.

ES beraksi tak sendiri. Selain ES, dua orang lainnya, Dd dan S, juga diamankan. Dd dan S berperan sebagai penadah dan penampung ponsel hasil curian. Mereka menjual ponsel curian di media sosial dengan harga miring.

ES adalah karyawati PT Satnusa Persada Tbk yang berlokasi di kawasan Pelita. Ia diketahui bekerja di bagian operator. ES melakukan aksinya dengan memanfaatkan pekerjaannya. Dia mengambil gawai yang belum dikemas dan kemudian menjualnya kepada Dd dan S.

Polisi juga telah melakukan pra rekontruksi di lokasi perusahaan. Menurut kepolisian, kerugian perusahaan mencapai Rp400 juta sampai Rp500 juta.

Akibat perbuatannya, ES dijerat Pasal 374 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP jo Pasal 55 jo Pasal 64 KUHP Tentang Penggelapan dalam Jabatan dengan ancaman 5 tahun penjara.

Sedangkan DK dan J dijerat Pasal 480 KUHP tentang penadah dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

Penulis: Engesti Fedro

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News