PT Saipem Karimun Yard Butuh 10 Ribu Tenaga Kerja untuk Proyek Qatar

Bupati Karimun, Iskandarsyah bercengkerama dengan salah seorang pimpinan PT Saipem Karimun Yard usai pertemuan dengan Bupati Karimun dan Gubernur Kepri di kediaman dinas bupati. (Ilfitra/gokepri.com)

KARIMUN (gokepri.com) – PT Saipem Karimun Yard mendapat pengerjaan jacket offshore untuk negara Qatar. Proyek raksasa tersebut bakal membutuhkan sekitar 8 ribu hingga 10 ribu tenaga kerja.

Sebelum dimulainya proyek, pimpinan PT Saipem Karimun Yard meminta sejumlah izin kepada Gubernur Kepri, Ansar Ahmad dan Bupati Karimun, Iskandarsyah.

“PT Saipem menjelaskan ada beberapa proyek ke depan,” ujar Bupati Karimun, Iskandarsyah kepada wartawan di kediaman dinasnya belum lama ini.

HBRL

Kata Iskandarsyah, proyek yang akan digarap PT Saipem Karimun Yard tentu saja akan membantu para pencari kerja, khususnya masyarakat Karimun.

“Proyek ini akan membantu orang dapat kerjaan. Tadi juga sudah dapat advice dari kami prioritaskan perusahaan lokal dan anak-anak daerah,” ungkapnya.

Menurut rencana, proyek ini akan dimulai pada Agustus 2025.

“Proyek ini sangat besar, mungkin lebih kurang (tenaga kerja) antara 8 sampai 10 ribu,” terangnya.

Iskandarsyah menjelaskan, pengerjaan proyek jacket offshore untuk Qatar tersebut diperkirakan berlangsung selama dua tahun.

Selain Qatar, PT Saipem Karimun Yard juga membutuhkan tenaga kerja untuk proyek yang ada di Papua.

“Selain Qatar juga ada Papua,” pungkasnya.

Penulis: Ilfitra

Pos terkait