Proyek Tenaga Surya Sembcorp di Batam Serap 1.000 Tenaga Kerja

Ekspor listrik ke singapura
Pembangkit listrik Sembcorp di Singapura. (foto: Straits Times)

Batam (gokepri.com) – Fasilitas penyimpanan tenaga surya dan PLTS Sembcorp di Batam bakal menyerap ribuan tenaga kerja. Proyek jangka panjang yang menopang kebutuhan energi Singapura dan Batam.

Sembcorp Industries yang terdaftar di Singapura akan mengembangkan fasilitas penyimpanan tenaga surya dan energi terintegrasi berskala besar di wilayah Batam, Bintan dan Karimun (BBK) di Indonesia. Sembcorp mengumumkan proyek itu pada Senin 25 Oktober 2021.

Sembcorp telah meneken perjanjian pengembangan proyek energi itu dengan PLN Batam dan PT Trisurya Mitra Bersama (Suryagen), perusahaan pengembangan energi terbarukan.

HBRL

|Baca Juga: bright PLN Batam Siap Ekspor Daya Listrik PLTS ke Singapura

Fasilitas ini akan memiliki kapasitas untuk menghasilkan daya listrik 1 gigawatt dari tenaga surya dan terdiri dari sistem penyimpanan energi skala besar.

Jika selesai, fasilitas tersebut akan mendukung kebutuhan energi bersih di dua pasar, karena energi terbarukan yang dihasilkan di lokasi akan memenuhi kebutuhan energi bersih Batam Bintan Karimun dan telah diusulkan untuk disalurkan ke Singapura melalui kabel bawah laut.

Penandatanganan perjanjian dilakukan di sela-sela Singapore International Energy Week, di mana Otoritas Pasar Energi Singapura juga mengumumkan akan mengeluarkan permintaan proposal untuk impor listrik rendah karbon ke Singapura pada 2035.

Proyek tersebut diharapkan dapat mendukung sekitar 1.000 pekerjaan langsung dan tidak langsung di Indonesia dan Singapura selama fase konstruksi, sejalan dengan rencana Singapura untuk memanfaatkan sumber energi bersih regional dan berpotensi berkontribusi signifikan terhadap transisi ke masa depan energi bersih.

Group president dan chief executive Sembcorp Wong Kim Yin mengatakan proyek tersebut akan menandai langkah lain dalam transisi Sembcorp dari coklat ke hijau, sambil berkontribusi pada transisi energi kawasan.

Sembcorp memasuki pasar Indonesia pada tahun 1990, di mana sejak itu telah mengembangkan tiga kawasan industri dan mendatangkan USD3,5 miliar dalam investasi asing. Mereka juga mengimpor gas alam dari West Natuna ke Singapura sejak 2001 dan saat ini merupakan pemasok gas alam terbesar di Singapura.

“Sembcorp telah menjadi mitra jangka panjang bagi Indonesia dan bertujuan untuk mengembangkan lebih banyak proyek energi terbarukan di pasar untuk berkontribusi pada transisi energi Indonesia,” ujar Wong Kim Yin dikutip dari Straits Times.

Sementara pemerintah Indonesia menargetkan mencapai bauran energi terbarukan sebesar 23 persen pada 2025, naik dari 11 persen saat ini. Pemerintah Baru-baru ini mengumumkan hingga 4,7 gigawatt kapasitas surya baru pada tahun 2030 di bawah rencana pengadaan listrik nasional atau RUPTL.

Di bidang energi terbarukan, Sembcorp berkembang di seluruh sistem fotovoltaik surya yang dipasang di tanah, di atap, dan terapung. Sistem itu emiliki lebih dari 380 MWp dalam operasi surya serta yang sedang dikembangkan, termasuk 60MWp Sembcorp Tengeh Floating Solar Farm di Singapura – salah satu peternakan surya terapung pedalaman terbesar di dunia.

Perusahaan sekarang memiliki portofolio energi seimbang lebih dari 13GW, dengan lebih dari 3,5GW kapasitas energi terbarukan yang terdiri dari penyimpanan energi surya, angin, dan energi secara global.

“Sebagai bagian dari rencana strategis kami untuk mengubah portofolio kami dari coklat menjadi hijau, Sembcorp bertujuan untuk melipatgandakan kapasitas energi terbarukan terpasang bruto kami menjadi 10GW, naik dari 2,6GW pada akhir tahun 2020,” kata perusahaan. (Can)

|Baca Juga: 

Pos terkait