Dengan jabatan sebagai Ketua PEN, Budi bertugas memastikan anggaran PEN dalam pagu belanja pemerintah untuk penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi terealisasikan dengan tepat sasaran.
Tugas sebagai Menkes juga mengharuskan Budi untuk membereskan masalah tata kelola keuangan di BPJS Kesehatan. Presiden Jokowi kerap meminta jajaran menterinya untuk memperbaiki tata kelola BPJS Kesehatan dan memastikan BPJS Kesehatan menjangkau seluruh masyarakat tidak mampu agar mendapat fasilitas layanan kesehatan.
Berdasarkan data BPJS Kesehatan, terdapat 222,94 juta peserta per 30 April 2020.
Budi Gunadi Sadikin adalah pria kelahiran 8 Juli 1964. Dikenal sebagai bankir senior yang berpengalaman. Budi sebenarnya memiliki latar belakang pendidikan Sarjana Fisika Nuklir lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB).
Perjalanan karier Budi dimulai pada tahun 1988 dengan menjadi Staf Teknologi Informasi IBM Asia Pasifik, Tokyo, Jepang. Setelah itu, Budi dipindah ke IBM Indonesia dengan jabatan terakhir sebagai System Integration & Professional Services Manager.
Kemudian karier Budi Gunadi Sadikin berlanjut di Bank Bali dengan beberapa jabatan sebagai General Manager Electronic Banking Wilayah Jakarta dan Chief General Manager Human Resources hingga 1999.
Setelah itu, Budi bergabung dengan ABN Amro Bank Indonesia dengan jabatan terakhir sebagai Direktur Consumer Banking hingga 2004.
Selanjutnya, da menjadi Executive Vice President Consumer Banking di Bank Danamon dan Direktur di Adira Quantum Multi Finance.
Pada tahun 2006, Budi bergabung ke Bank Mandiri. Sebelum menjadi Direktur Utama Bank Mandiri pada tahun 2013, jabatannya adalah Direktur Mikro dan Retail Banking. Pada tahun 2016, Budi menjadi Staf Khusus Menteri BUMN Rini Sumarno.
Pada Kabinet Indonesia Maju 2019—2024, Budi dipercara Presiden menjadi Wakil Menteri I BUMN dan juga Ketua Satgas PEN. Kini, Budi akan melanjutkan tanggung jawabnya sebagai Menteri Kesehatan RI.
(Can/ant)
|Baca Juga: Perombakan Kabinet: Sandiaga Menteri Parekraf, Risma Mensos









