Pola Vertikal Jadi Arah Baru Pembangunan Batam

PMDN Batam
Pembangunan gedung-gedung tinggi di kawasan Thamrin City, Nagoya, Kota Batam, September 2025. GOKEPRI/Candra Gunawan

BATAM (gokepri) – BP Batam mengarahkan pembangunan kota ke pola vertikal untuk mengatasi keterbatasan lahan. Amsakar Achmad menilai efisiensi ruang menjadi kunci agar Batam tetap tumbuh berkelanjutan.

Menurut Kepala BP Batam, ruang kota yang semakin terbatas menuntut perubahan cara pandang dari pembangunan horizontal ke vertikal. “Ke depan, lahan semakin terbatas dan karena itu harus dimanfaatkan secara efisien. Kecenderungannya nanti, dari pola horizontal akan berubah menjadi vertikal,” kata Amsakar dalam pembahasan arah kebijakan pengelolaan lahan dan tata ruang di kantor BP Batam, Selasa, 7 Oktober 2025.

Ia menjelaskan masih terdapat sekitar 160 hektare area yang belum tersentuh pengembangan, di luar kawasan hutan lindung dan lahan gundul. Area tersebut, menurutnya, harus dikelola secara bijak agar memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan ekonomi tanpa mengorbankan aspek lingkungan dan tata ruang kota.

Amsakar menyatakan pengelolaan lahan di Batam kini memerlukan strategi baru. Selain efisiensi ruang, ia menekankan pentingnya tata kelola parkir sebagai bagian dari pengaturan kawasan yang lebih teratur. “Ketika lahan itu sudah dimanfaatkan oleh pelaku usaha, tata kelola perparkirannya juga harus dibuat layak dan nyaman,” ujarnya.

Menurutnya, pengelolaan parkir sebaiknya menjadi tanggung jawab pelaku usaha atau badan yang memanfaatkan lahan, kecuali untuk parkir di tepi jalan umum. Langkah ini diharapkan dapat menjaga keteraturan dan kenyamanan di kawasan-kawasan komersial dan publik.

Amsakar menambahkan, konsep tata ruang modern menuntut desain parkir dan infrastruktur publik yang terintegrasi dengan bangunan utama. “Sekarang tren di kota besar, parkirnya tidak lagi tersebar tapi melingkar dan terpusat. Pola itu yang perlu diterapkan karena lahan makin terbatas, sementara kebutuhan publik seperti pendidikan, kesehatan, dan perkantoran terus tumbuh,” katanya.

Menurutnya, BP Batam tengah menyiapkan kebijakan pengelolaan lahan yang lebih cerdas dan terukur agar setiap bidang lahan yang dimanfaatkan benar-benar memberi nilai tambah bagi pembangunan kota. “Kami ingin setiap meter lahan punya manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Amsakar menegaskan arah pembangunan Batam tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan kota. “Dengan pengelolaan yang efisien, Batam bisa terus berkembang meski dengan keterbatasan lahan,” ujarnya.

Baca Juga: Bagaimana Industri Hulu Migas Menggerakkan Ekonomi Kepri

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait