PGN Targetkan 150 Ribu Sambungan Jargas di Batam, Subsidi LPG Bisa Hemat Rp79 Miliar per Bulan

Cara pasang gas PGN batam
Area Head PGN Batam Wendi Purwanto saat meninjau lokasi gas in jargas di Perumahan Rosinton Raya, Batu Aji, Batam, 20 Mei 2025. Foto: PGN

BATAM (gokepri) — PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Area Batam menargetkan pembangunan 150 ribu sambungan jaringan gas atau jargas rumah tangga hingga 2030. Jika target ini tercapai, penghematan subsidi energi di Batam diperkirakan mencapai Rp79 miliar per bulan atau hampir Rp1 triliun per tahun.

Angka tersebut berasal dari pengurangan konsumsi LPG rumah tangga yang selama ini disubsidi pemerintah. Area Head PGN Batam, Wendi Purwanto, mengatakan pada 2026 perusahaan telah menyelesaikan sekitar 10.000 sambungan rumah (SR). Sebelumnya, sebanyak 4.000 hingga 5.000 sambungan juga telah terpasang.

Pengumpulan data calon pelanggan untuk memenuhi target 114.000 sambungan tambahan ditargetkan rampung paling lambat Juni 2027. “Pengumpulan data dan pemasangan berjalan bersamaan. Setelah 10.000 sambungan tahun ini, tahun depan penugasannya bisa lebih besar, sekitar 20.000 sampai 30.000 sambungan,” ujar Wendi, Jumat (27/2/2026).

HBRL

Baca Juga: 

Saat ini, jaringan gas PGN telah menjangkau Batu Aji, Sagulung, dan Batam Kota. Cakupan layanan akan diperluas ke Nongsa, Nagoya, dan Sekupang, sekaligus memperluas wilayah di kecamatan yang sudah terpasang jargas.

Jika seluruh program rampung, total sambungan di Batam diperkirakan mendekati 150.000 rumah tangga. Menurut Wendi, penggunaan gas bumi melalui jaringan pipa akan menggantikan sebagian besar LPG rumah tangga. Dampaknya, beban subsidi LPG yang ditanggung negara berkurang signifikan.

“Kalau dihitung, penghematan bisa sekitar Rp79 miliar per bulan atau hampir Rp1 triliun per tahun. Itu baru dari Batam saja,” katanya.

Pasokan Gas Natuna

Dari sisi pasokan, PGN menyiapkan pemanfaatan gas dari Wilayah Natuna melalui pipa West Natuna Transportation System (WNTS) yang tersambung ke Batam. Gas tersebut akan memasok pembangkit listrik PLN serta kebutuhan rumah tangga dan industri.

Sekitar 80 BBTUD direncanakan untuk pembangkit listrik, sementara 30 BBTUD dialokasikan untuk kebutuhan di Pulau Batam. BBTUD merupakan satuan volume gas per hari yang lazim digunakan dalam industri migas.

Wendi menegaskan pasokan dari Sumatera Selatan tetap berjalan. “Masuknya gas dari Natuna ini menambah pasokan, bukan menggantikan yang dari Sumatera Selatan,” ujarnya.

Baca Juga: 

Bagi warga yang sudah memiliki tabung LPG, tabung tersebut tetap bisa dijual kembali. Pemerintah berencana mengalihkan distribusi LPG ke wilayah kepulauan yang belum terjangkau jaringan gas.

“LPG nantinya bisa dialihkan ke pulau-pulau yang memang masih membutuhkan dan belum bisa dimasuki jaringan gas,” kata Wendi.

Dengan perluasan jaringan dan tambahan pasokan gas, Batam menjadi salah satu kota yang didorong untuk mengurangi ketergantungan pada LPG tabung. Jika target 150 ribu sambungan tercapai, dampaknya tidak hanya terasa di dapur rumah tangga, tetapi juga pada struktur subsidi energi nasional.

Adapun hingga akhir Desember 2025, jumlah pelanggan jargas rumah tangga di Batam tercatat mencapai 8.829 pelanggan. Secara nasional, PGN telah membangun dan mengelola jaringan gas rumah tangga di berbagai daerah. Hingga 2025, jargas PGN menjangkau lebih dari 821.000 rumah tangga di 18 provinsi serta 74 kota dan kabupaten.

Selain itu, PGN mengoperasikan jaringan pipa transmisi dan distribusi gas bumi sepanjang lebih dari 33.500 kilometer. Sekitar 19.700 kilometer di antaranya merupakan pipa jaringan gas rumah tangga.

Percepatan Transisi Energi

Diberitakan, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN menargetkan pembangunan 10.000 sambungan jaringan gas rumah tangga (Jargas) di Batam mulai Maret 2026. Program ini menjadi bagian dari percepatan transisi energi sekaligus upaya menekan ketergantungan impor LPG.

Pengembangan jaringan gas kota tersebut akan dilaksanakan di tiga kecamatan, yakni Batu Aji, Sagulung, dan Batam Kota. Pemerintah dan PGN menempatkan Batam sebagai tahap awal sebelum program serupa diperluas ke kota-kota lain di Indonesia.

Direktur Komersial PGN Aldiansyah Idham mengatakan, pengembangan jargas di Batam mencerminkan komitmen perseroan dalam menyediakan energi yang lebih bersih, aman, dan terjangkau bagi masyarakat. “Setelah implementasi di Batam berjalan dan dilakukan evaluasi, PGN akan melanjutkan pengembangan jargas di kota-kota lainnya,” ujar Aldiansyah—akrab disapa Aldi—dalam keterangan resmi, Minggu (1/2/2026).

Pengembangan jargas di Batam juga sejalan dengan arahan Danantara kepada PGN untuk memfokuskan bisnis pada sektor midstream dan downstream gas, atau pengolahan serta distribusi gas hingga ke konsumen akhir. Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, sebelumnya menegaskan bahwa pipanisasi gas rumah tangga akan menjadi salah satu prioritas mulai tahun ini.

Menurut Dony, fokus tersebut merupakan bagian dari dukungan BUMN terhadap tiga agenda strategis pemerintah: ketahanan pangan, ketahanan energi, dan ketahanan sumber daya manusia. “Di sektor energi, seperti PGN, arahnya jelas: bergerak di midstream dan downstream, bukan upstream lagi,” kata Dony, Kamis (29/1/2026).

Ia menambahkan, pengembangan jaringan gas rumah tangga dinilai efektif untuk meningkatkan ketahanan energi nasional, terutama dalam menekan impor dan subsidi LPG. Batam dipilih sebagai lokasi uji coba sebelum program diperluas ke empat kota lainnya.

Dari sisi pendanaan, proyek jargas ini masuk dalam rencana belanja modal PGN tahun 2026 sebesar US$353 juta. Sekitar 62 persen dari total capex tersebut dialokasikan untuk penguatan sektor midstream, downstream, dan lini bisnis terkait lainnya.

Aldi berharap, pengembangan jaringan gas rumah tangga tidak hanya memperluas akses energi bersih bagi masyarakat, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi serta mempercepat agenda transisi energi nasional.

Baca Juga: PGN Perkuat Infrastruktur Jaringan Gas Bumi, Dorong Swasembada dan Transisi Energi Bersih

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait