Pertamina Jamin Data Masyarakat Aman Saat Beli Elpiji 3 Kg

Area Manager Comunucation, Relation & CSR Partaniga Pertama Sumbagut Susanto Agust Satria. Foto: Gokepri.com/Engesti

BATAM (gokepri.com) – Pemerintah telah menerapkan kebijakan baru mengenai pembelian gas elpiji 3 kg. Kini pembelian gas elpiji 3 kg harus menggunakan KTP. Hal ini bertujuan agar penyaluran gas subsidi lebih tepat sasaran.

Area Manager Comunucation, Relation & CSR Partaniga Pertama Sumbagut Susanto Agust Satria menjamin data masyarakat yang membeli elpiji 3 kg menggunakan KTP aman dan tak disalahgunakan.

Data itu, kata dia hanya sebagai data penyaluran agar tabung gas elpiji hanya disalurkan tak lebih dari satu tabung.

HBRL

“Keamanan data kami pastikan aman. Data itu hanya untuk data pembelian elpiji Pertamina. Jadi tidak ada lagi masyarakat yang membeli elpiji lebih dari satu tabung untuk satu KTP,” kata dia saat ditemui di bilangan Batam Center Selasa 17 Januari 2023.

Ia mengatakan, nantinya masyarakat perlu mendaftar terlebih dahulu melaluibel;i g laman subsidi tepat guna.

Masyarakat harus sudah terdaftar dalam database P3KE. Nantinya KTP yang dibawa pembeli gas 3 kg akan langsung dicocokan dengan database P3KE. Jika datanya cocok, maka bisa langsung beli gas 3 kg tersebut.

“Namun bagi masyarakat yang tidak terdaftar dalam database P3KE atau namanya tidak cocok dengan data di P3KE, maka petugas SPBU akan lakukan pembaruan data. Setelah itu, baru bisa beli gas 3 kg menggunakan KTP,” kata dia.

Saat ini setidaknya ada 20 pangkalan resmi gas elpiji 3 kg di Kecamatan Batuampar Kota Batam Kepulauan Riau melakukan uji coba pembelian dengan menggunakan KTP.

Ia mengatakan dengan melakukan pendataan secara digital lebih memudahkan dan mempercepat dalam penyelarasan dengan data yang dimiliki pemerintah pusat terkait data masyarakat miskin.

“Dengan adanya pencatatan NIK secara digital kita jadi tahu konsumen mana yang benar-benar warga miskin dan tidak. Jadi data ini bisa diselaraskan dengan yang ada di pemerintah pusat. Nanti akan lebih mudah mengambil kebijakan selanjutnya,” kata Satria.

Kata dia, dalam pembelian gas elpiji 3 kg di pangkalan resmi lainnya juga menggunakan atau menunjukkan KTP, namun pendataan yang dilakukan masih dalam bentuk manual atau belum secara digital.

“Sejatinya beli ke pangkalan itu juga menunjukkan KTP, tapi input NIK-nya masih manual di logbook. Sekarang sudah digital dan lebih mudah untuk dikembangkan,” ujar Satria.

Terkait target penerapan uji coba tersebut, Satria menambahkan pihaknya masih akan terus melakukan pemantauan secara berkala dan bertahap dengan melihat pelaksanaan di pangkalan resmi yang ada di Kecamatan Batuampar, Kota Batam.

Baca juga: Pembelian Elpiji 3 Kg Pakai KTP Diujicobakan di 20 Pangkalan Gas

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti

Pos terkait