Pengurus Masjid Anambas Diimbau Patuhi Protokol Kesehatan

Kepala Kantor Kemenag Anambas, Erizal
Kepala Kantor Kemenag Anambas, Erizal (keempat kiri) bersama FKPD Anambas dalam pencegahan Covid-19.

Anambas (gokepri.com) – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kepulauan Anambas mengimbau para pengurus masjid untuk mematuhi protokol kesehatan. Protokol kesehatan itu meliputi mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak.

“Kemenag Anambas melalui Satker Bimas Islam mengimbau Kepala KUA untuk mengingatkan kepada seluruh pengurus masjid agar mematuhi protokol kesehatan,” ujar Kepala Kantor Kemenag Anambas, Erizal usai meeting zoom rapat koordinasi di Anambas, Selasa (15/12/2020).

Rapat koordinasi itu dipimpin Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas Abdul Haris dengan mengundang berbagai pihak. Terutama yang berperan dalam penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19 di Anambas.

Partisipan dalam meeting zoom ini antara lain Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas, Dandim, Kapolres, Komandan Lanud Matak, Ketua LAM, dan Ketua MUI. Kemudian Kepala Kantor Kemenag Anambas, Kadinkes, Kadishub, Kadiskominfo, Camat se-Kabupaten Anambas, Direktur RSUD, dan Kepala UPT Puskesmas.

Koordinasi ini penting, mengingat penyebaran Covid-19 di Anambas yang masih meningkat. Sampai saat ini, kasus Covid-19 di Anambas sudah menembus 72 kasus. Dari jumlah itu, 45 orang di antaranya sembuh dan 1 orang meninggal dunia.

Sementara yang masih dalam perawatan, mereka menjalani karantina di Dive Resort bagi kasus di Kecamatan Siantan dan Palmatak. Sedangkan di Kecamatan Jemaja menjalani karantina di Pulau Berhala. Selain itu, ada 8 orang menjalani isolasi mandiri dan seorang yang rawat inap di RSUD.

Menurut Erizal, pembahasan dalam rapat koordinasi itu juga mengenai transportasi laut maupun udara. Sesuai dengan kesapakatan, transportasi laut seperti kapal Bukit Raya, Roro, dan Sabuk Nusantara boleh bersandar di pelabuhan. Hanya saja hanya boleh membawa penumpang, tidak boleh menurunkan penumpang.

Hal ini berbeda dengan kapal feri dan pesawat, masih diperbolehkan membawa dan menurunkan penumpang. Namun harus melengkapi persyaratan protokol kesehatan.

“Minimal surat kesehatan bagi yang mau melakukan perjalanan ke luar kota. Dan jika diperlukan, penumpang wajib menunjukkan surat rapid tes sebelum berangkat,” kata Erizal. (zak)

BAGIKAN