Pengangguran di Kepri Terbanyak Kedua se-Indonesia

Para pencari kerja di kawasan Batamindo Batam. Foto: Gokepri.com/Engesti

Tanjungpinang (gokepri.com) – Kepulauan Riau (Kepri) peringkat kedua angka pengangguran terbuka se-Indonesia 2024 berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) sebesar 6,94 persen.

Berdasarkan laman resmi BPS, Per Februari 2024, angka pengangguran terbuka tertinggi terjadi di Provinsi Banten yaitu sebesar 7,02 persen. Kemudian disusul angka kedua tertinggi yaitu Kepri sebesar 6,94 persen.

Sementara peringkat ketiga tertinggi yaitu Provinsi Jawa Barat sebesar 6, 91 persen, dan tertinggi keempat DKI Jakarta sebesar 6,03 persen dan tertinggi kelima yaitu Provinsi Papua Barat Daya sebesar 6,02 persen.

Baca Juga: 74 Ribu Orang Masih Jadi Pengangguran di Kepulauan Riau

Angka penganguran terbuka di Provinsi Kepri ini sebenarnya menurun jika dibandingkan dengan Februari 2023, sebab di bulan yang sama pada tahun sebelumnya sebesar 7,61 persen.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kepri Mangara Simarmata mengatakan angka pengangguran terbuka di Kepri tinggi karena usia produktif bekerja di wilayah itu tumbuh hingga 50 ribu orang per tahun.

“Jumlah angka angkatan kerja secara alami bertambah 30 ribu per tahun. Tapi, di Kepri mencapai 50 ribu orang. Pertumbuhan yang signifikan ini karena memang bukan hanya anak Kepri saja yang mencari kerja, melainkan ada juga dari pendatang,” kata dia.

Menurutnya, jika hanya anak Kepri yang mencari kerja, maka jumlah lapangan kerja dengan angka pencari kerja tertutupi.

“Karena kita banyak pendatang itu tadi,” kata dia.

Ketua Komisi II DPRD Kepulauan Riau Wahyu Wahyudin meminta agar Pemerintah Provinsi Kepri dapat memaksimalkan investasi dan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal.

Wahyu Wahyudin pun menyayangkan hal tersebut. Menurutnya, angka pengangguran di Kepri sangat memprihatikan dan memerlukan tindakan cepat.

“Ini memprihatinkan. Dengan jumlah penduduk yang tidak terlalu padat, penganggurannya justru tertinggi. Kepri juga jadi salah satu wilayah perbatasan,” kata dia.

Wahyu menyebut ada beberapa potensi di Kepri yang seharusnya dapat dimaksimalkan oleh pemerintah. Mulai dari investasi di berbagai sektor pada setiap daerah.

“Kalau bisa investasi padat karya. Ini tentunya menyerap tenaga kerja yang banyak. Di Kepri inikan padat karya. Tapi di tahun ini malah banyak yang kabarnya akan tutup,” ucap Wahyu.

Menurutnya jika investasi padat karya didorong terus maka bisa menyerap tenaga kerja.

“Fabrikasi elektronik dan sebagainya. Di Batam kan banyak industri. Bisa juga dorong ke Karimun dan Bintan,” tambah Wahyu.

Selain itu, Pemprov juga dapat memaksimalkan SDM lokal terutama para lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sederajat.

“Jadi lulusan SMK dan lainnya bisa kita dorong. Ini (pengangguran) harus pemerintah antisipasi. Prioritaskan skill lokal dulu agar punya daya saing dengan pendatang luar,” ucapnya.

Wahyu berharap, tingginya angka pengangguran di Kepri tak terjadi lagi. Terutama dengan roda investasi yang dapat terus berkembang di Kepri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti

BAGIKAN