Batam (gokepri.com) – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam tengah bersiap untuk membuka pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Kota Batam tahun ajaran 2022/2023.
Rencananya pendaftaran PPDB akan dimula pada 6 Juni 2022 untuk tingkat SD dan 13 Juni 2022 untuk tingkat SMP. Selain online, pendaftaran juga akan dilakukan secara offline.
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan PPDB akan dilakukan sebagaimana ketentuan yang ada. Pemerintah memiliki regulasi yang diterapkan dalam PPDB. Hal ini meliputi seleksi dan sistem zonasi yang dipakai dalam PPDB tahun ini.
Karena itu itu, Amsakar mengimbau kepada semua orang tua calon siswa untuk mengikuti prosedur yang telah ditetapkan. Pihaknya juga meminta agar orang tua tidak memaksakan anaknya untuk bisa masuk di sekolah tertentu.
“Jangan memaksa ke sekolah tertentu, ikuti prosedur yang ada,” kata Amsakar, Kamis 19 Mei 2022.
Sementara terkait dengan rencana daya tampung sekolah, menurutnya akan menyesuaikan dengan jumlah siswa yang lulus di setiap jenjang tingkatan sekolah.
Misalnya kata dia dalam satu sekolah meluluskan 4 kelas, maka jumlah rencana daya tampung siswa yang diterima saat PPDB adalah empat kelas.
“Adapun kalau tidak tertampung nanti akan dikirim ke sekolah pilihan kedua yang sudah dipilih saat mendaftar. Sedangkan sisanya yang tidak tertampung bisa memilih sekolah alternatif,” jelasnya.
Sekolah alternatif misalnya sekolah swasta. Saat ini mutu dan ketersediaan daya tampung siswa sangat terbuka. Sehingga bisa menjadi solusi bagi orangtua nanti.
Amsakar menegaskan pemerintah berusaha hadir dalam pemenuhan hak pendidikan anak di Batam. Untuk itu, perlu dukungan orangtua tentunya untuk menyukseskan hal ini.
Ketika semua memaksakan masuk ke sekolah negeri, maka dikhawatirkan sistem pembelajaran tidak maksimal. Bahkan sekolah terpaksa membuka sekolah dua shift untuk mengantisipasi kelebihan siswa ini.
“Untuk Rencana Daya Tampung (RDT) itu ada di Disdik, nanti mereka yang akan menjelaskan berapa sebenarnya kemampuan sekolah negeri yang bisa menampung siswa,” ujarnya.
Meskipun demikian, berdasarkan data jumlah sekolah negeri dan swasta, untuk RDT tidak ada masalah. Prinsipnya pemerintah bersama swasta siap dan hadiri untuk memenuhi kebutuhan pendidikan. Sekarang tergantung dukungan orangtua calon siswa kedepannya.
“Kalau semua adil maka setiap sekolah kebagian siswa dan tidak ada yang over kapasitas. Dan tentunya sistem belajar akan maksimal. Jadi ini yang diharapkan. Masih ada waktu persiapan, semoga nanti PPDB berjalan dengan lancar tanpa kendala,” harap Amsakar.
Penulis : Romadi









