Pemprov Kepri Gelar Shalat Istisqa di Penyengat, Harapkan Hujan Segera Turun

Pemprov Kepri Gelar Shalat Istisqa
Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad bersama aparatur sipil negara dan warga mengikuti shalat istisqa di halaman Balai Adat Melayu, Pulau Penyengat, Tanjungpinang, Sabtu (28/3/2025). Shalat tersebut digelar sebagai ikhtiar spiritual menghadapi musim kekeringan yang melanda wilayah itu sekitar sebulan terakhir.​​​​​​​​​​​​​​​​ Foto: Pemprov Kepri

TANJUNGPINANG (gokepri) – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menggelar shalat istisqa bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat Pulau Penyengat sebagai upaya menghadapi musim kekeringan yang terjadi dalam kurang lebih sebulan terakhir.

Kondisi cuaca yang minim curah hujan dinilai cukup mengkhawatirkan, sehingga pemerintah melengkapi berbagai ikhtiar yang telah dilakukan dengan pendekatan spiritual. Shalat istisqa tersebut dilakukan di halaman Balai Adat Melayu, Pulau Penyengat, Tanjungpinang, Sabtu (28/3), bertepatan dengan 8 Syawal 1447 Hijriah.

Pemprov Kepri Gelar Shalat Istisqa
Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad bersama aparatur sipil negara dan warga mengikuti shalat istisqa di halaman Balai Adat Melayu, Pulau Penyengat, Tanjungpinang, Sabtu (28/3/2025). Shalat tersebut digelar sebagai ikhtiar spiritual menghadapi musim kekeringan yang melanda wilayah itu sekitar sebulan terakhir.​​​​​​​​​​​​​​​​ Foto: Pemprov Kepri

Ratusan jamaah tampak hadir mengikuti ibadah tersebut dengan khusyuk, memanjatkan doa agar segera diturunkan hujan. Dalam pelaksanaan shalat, Ustadz Muhammad Salim bertindak sebagai imam, sementara khutbah disampaikan oleh Ustadz Rustam Efendi.

HBRL

Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad turut hadir dan mengikuti langsung rangkaian shalat istisqa bersama masyarakat. Gubernur menyampaikan bahwa berbagai langkah strategis telah dilakukan pemerintah untuk mengatasi dampak kekeringan.

Pemprov Kepri Gelar Shalat Istisqa
Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad bersama aparatur sipil negara dan warga mengikuti shalat istisqa di halaman Balai Adat Melayu, Pulau Penyengat, Tanjungpinang, Sabtu (28/3/2025). Shalat tersebut digelar sebagai ikhtiar spiritual menghadapi musim kekeringan yang melanda wilayah itu sekitar sebulan terakhir.​​​​​​​​​​​​​​​​ Foto: Pemprov Kepri

Namun demikian, menurutnya, ikhtiar tersebut perlu disempurnakan dengan doa melalui shalat istisqa sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT. Gubernur Ansar juga menekankan bahwa momentum ini menjadi kesempatan untuk memperbanyak istighfar dan memohon ampun atas segala dosa.

“Kami berharap doa yang dipanjatkan bersama dapat dikabulkan, sehingga hujan segera turun dan mengakhiri kondisi kekeringan yang terjadi,” kata Gubernur Ansar.

Baca Juga: Tiga Waduk Menyusut, BP Batam Pastikan Pasokan Air Aman hingga Lima Bulan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait