Tanjungpinang (gokepri.com) – Pemerintah Kota Tanjungpinang menertibakan pedagang yang masih berjualan di trotoar Jalan Gambir, Tepi Laut, Senin 13 Mei 2024.
Pemko Tanjungpinang meminta para pedagang agar dapat pindah ke Pasar Encik Puan Perak dan mengosongkan lokasi jalan protokol yang digunakan sebagai lapak jualan.
“Saya minta semua pindah ke dalam pasar jangan di jalan,” kata Pj Wali Kota Tanjungpinang Hasan.
Baca Juga: Pedagang Diminta Masuk Pasar Encik Puan, Bukan Jualan di Trotoar
Menurut Hasan, para pedagang harus pindah ke dalam pasar agar dapat menciptakan iklim dagang yang baru. Apalagi Pasar Encik Puan Perak dilengkapi dengan fasilitas yang memadai.
“Fasilitas lengkap mereka cuma bayar Rp200 ribu untuk di lantai atas,” kata dia
Hasan menilai, ada beberapa pertimbangan yang membuat pedagang enggan untuk pindah, salah satunya lokasi bangunan pasar yang kurang ramah pedagang dan pembeli.
Meski begitu, Hasan yakin sering berjalannya waktu Pasar Baru Encik Puan Perak akan ramai.
“Saya rasa ini cukup adil bagi pedagang. Makanya ini akan terus berupaya agar pedagang masuk semua ke dalam pasar Encik Puan Perak,” ucap dia.
Ia pun mengimbau kepada pembeli agar tidak membeli dagangan yang di pingir jalan, melainkan berbelanja ke dalam pasar yang sudah tersedia.
“Jangan drop di pinggir jalan dan pembeli kita imbau agar beli di dalam, jangan diluar,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Satpol PP Tanjungpinang Abdul Kadir Ibrahim menyebut, mulai hari ini dan besok subuh akan menjaga lokasi pasar agar tetap steril.
“Seperti yang disampaikan Pak Wali, kami lakukan penertiban ini juga sudah sesuai prosedur dengan melakukan sosialisasi dan kami kasih kelonggaran. Kami berharap jangan sampai ada tipiring lah dengan melanggar Perda,” ujarnya.
Salah satu pedagang Imelda mengaku senang jika dipindahkan ke dalam pasar dan tidak berjualan lagi di luar. Namun yang membuat Imelda enggan pindah adalah lokasi pasar yang tidak strategis.
“Kami mau pindah tapi jangan di atas. Siapa yang mau naik ke atas, yang belanja orang tua,” kata dia.
Ia berharap ada solusi yang berikan pemerintah kota Tanjungpinang kepada para pedagang.
“Naikkan barang ke atas itu aja sudah susah. Bagaimana pembelinya,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis: Engesti








