Pemikiran Raja Ali Haji Jadi Inspirasi Literasi Keuangan di Kepri

(istimewa)

BATAM (gokepri.com) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Riau menggandeng Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kepri memperkuat literasi keuangan masyarakat melalui pendekatan budaya Melayu dengan mengangkat pemikiran Raja Ali Haji.

Upaya tersebut dikemas dalam seminar bertajuk Konsep Keuangan dalam Pemikiran Raja Ali Haji yang digelar di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kepri, Tanjungpinang, dan diikuti sekitar 100 peserta dari kalangan pustakawan, mahasiswa, akademisi, pegiat budaya Melayu, hingga masyarakat umum.

Dalam seminar itu, pemikiran Raja Ali Haji dibahas tidak hanya sebagai warisan sastra dan budaya, tetapi juga sebagai landasan etika dalam pengelolaan ekonomi dan keuangan masyarakat modern.

HBRL

Asisten Direktur Bagian Pelindungan Konsumen OJK Kepulauan Riau yang mewakili Kepala OJK Kepri Muhammad Lutfi mengatakan penguatan literasi keuangan menjadi kebutuhan penting di tengah pesatnya perkembangan layanan keuangan digital.

“Literasi keuangan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan yang mendesak. Masyarakat yang cerdas keuangan akan mampu mengelola keuangan secara bijak, terhindar dari jeratan utang yang tidak produktif, serta semakin inklusif dalam memanfaatkan layanan keuangan,” kata Lutfi.

Menurut dia, nilai amanah, kebijaksanaan, dan tata kelola sosial-ekonomi yang diajarkan Raja Ali Haji masih relevan dengan kondisi saat ini, termasuk dalam mendukung program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) yang dijalankan OJK.

Pendekatan budaya, kata dia, dinilai lebih dekat dengan masyarakat sehingga dapat membangun kesadaran mengenai pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat dan bertanggung jawab.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kepri Moh Bisri mengatakan literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga memahami nilai kehidupan yang diwariskan tokoh-tokoh Melayu.

“Pemikiran Raja Ali Haji perlu terus dihidupkan kembali, termasuk dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap literasi keuangan,” ujar Bisri.

Seminar tersebut turut menghadirkan Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia Kepulauan Riau Anastasia Wiwik Swastiwi yang memaparkan keterkaitan pemikiran Raja Ali Haji dengan tata kelola ekonomi modern.

Ia menjelaskan nilai-nilai yang diwariskan Raja Ali Haji dapat menjadi pedoman dalam perencanaan keuangan, pengelolaan ekonomi keluarga, hingga meningkatkan kewaspadaan terhadap praktik keuangan ilegal yang marak berkembang.

Dalam kegiatan itu, OJK Kepri juga menyerahkan 17 buku literasi keuangan kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kepri.

Buku-buku tersebut mencakup tema perencanaan keuangan keluarga, literasi keuangan untuk jenjang pendidikan PAUD hingga perguruan tinggi, literasi bagi calon pengantin dan pekerja migran Indonesia, serta edukasi perempuan cerdas keuangan.

Melalui pendekatan budaya Melayu, OJK berharap literasi keuangan tidak hanya dipahami sebagai kemampuan mengatur uang, tetapi juga menjadi bagian dari pembentukan karakter dan tanggung jawab sosial masyarakat. *

Penulis: Engesti

Pos terkait